TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Kampung Sudiroprajan Bentuk Agen Pemulihan untuk Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem deteksi dini sekaligus penanganan yang lebih efektif terhadap penyalahgunaan narkoba

WARTAJOGLO, Solo - Ancaman penyalahgunaan narkoba kini tak lagi mengenal batas. Ia merambah hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, mulai dari lingkungan rumah tangga, RT, RW, hingga tingkat nasional. 

Bahkan secara global, persoalan ini telah menjelma menjadi krisis serius yang mengancam masa depan generasi, merusak tatanan keluarga, serta menggoyahkan stabilitas sosial dan keamanan negara.

Di tengah kondisi yang kian memprihatinkan tersebut, langkah konkret dilakukan di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. 

Melalui pendekatan berbasis masyarakat, upaya pencegahan dan rehabilitasi mulai digerakkan dari level paling bawah yakni masyarakat itu sendiri.

Kepala BNN Kota Surakarta, Kombes Pol Ventie Bernard Musak, menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak bisa dianggap sepele karena dampaknya yang luas dan sistemik.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, deteksi dini, serta program rehabilitasi secara terpadu," ujarnya saat membuka Rapat Pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), Selasa 31 Maret 2026.

Ia juga menjelaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas sebagai strategi efektif dalam penanganan penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi pengguna dengan risiko ringan.

“Intervensi Berbasis Masyarakat adalah program rehabilitasi bagi penyalahguna resiko ringan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat melalui Agen Pemulihan (AP) dengan memanfaatkan kearifan lokal, sehingga program IBM dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tegas Ventie 

Rapat yang digelar tersebut menjadi titik awal penyusunan strategi penanganan narkoba berbasis komunitas di wilayah Sudiroprajan. 

Agenda yang dibahas meliputi pemetaan situasi dan kondisi peredaran narkoba di lingkungan setempat, identifikasi faktor risiko, hingga penggalian potensi masyarakat yang dapat dilibatkan dalam upaya pencegahan.

Tak hanya itu, forum juga menjadi ruang diskusi lintas sektor untuk merumuskan langkah konkret dan berkelanjutan. 

Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem deteksi dini sekaligus penanganan yang lebih efektif.

Hasil nyata dari pertemuan tersebut adalah terbentuknya tim pelaksana Intervensi Berbasis Masyarakat yang terdiri dari lima orang Agen Pemulihan. 

Mereka nantinya akan menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba risiko ringan di lingkungan setempat.

Kehadiran para pemangku kepentingan dalam rapat ini turut memperkuat komitmen bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

Sebab dibutuhkan kesadaran kolektif dan partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba. //Sik

Type above and press Enter to search.