![]() |
| Mahasiswa semester 4 Program Studi Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) pada mata kuliah Koreografi Ruang |
WARTAJOGLO, Solo - Kreativitas mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) kembali diuji melalui cara yang tak biasa.
Alih-alih tampil di atas panggung konvensional, mahasiswa semester 4 Program Studi Tari Fakultas Seni Pertunjukan justru “menyulap” berbagai sudut kampus menjadi ruang ekspresi dalam Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Koreografi Ruang, Kamis 9 April 2026.
Mata kuliah Koreografi Ruang menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa untuk memperluas cara pandang dalam mencipta tarian.
Tidak sekadar menampilkan gerak, mahasiswa dituntut mampu merespons sekaligus berinteraksi dengan ruang yang dipilih.
Dalam ujian ini, ruang bukan lagi sekadar latar belakang, melainkan bagian integral yang membentuk karya.
Setiap sudut kampus memiliki karakter yang kemudian “diterjemahkan” ke dalam gerak tubuh—mulai dari tekstur lantai, pencahayaan alami, hingga elemen arsitektur yang mengelilinginya.
Sejumlah lokasi tak lazim dipilih sebagai arena pertunjukan, seperti taman di depan Gedung DAM, jalur disabilitas Teater Besar, hingga menara air di samping Gedung E.
Tempat-tempat tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, sekaligus membuka kemungkinan artistik yang lebih luas.
Para mahasiswa tampak leluasa mengeksplorasi ruang, memadukan elemen alam dan bangunan dengan gerak tari yang ekspresif.
Ada yang memanfaatkan kontur tanah untuk menciptakan dinamika level tubuh, ada pula yang menjadikan jalur sempit sebagai simbol perjalanan dalam narasi yang diusung.
Salah satu peserta ujian, Rifal Aprianto, mengungkapkan bahwa koreografi ruang menghadirkan tantangan berbeda dibanding pertunjukan di panggung.
“Sebenarnya, ya, salah satu tantangan terbesar dalam koreografi ruang tuh gimana ruang itu bisa memengaruhi atau bahkan membentuk gerakan tari yang kami ciptakan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan esensi dari koreografi ruang: hubungan timbal balik antara tubuh penari dan lingkungan di sekitarnya.
Tak hanya soal teknik, ujian ini juga menjadi ajang eksplorasi estetika. Mahasiswa memanfaatkan konsep jarak, level, hingga volume tubuh untuk menciptakan komposisi yang selaras dengan ruang.
Lebih dari itu, setiap karya membawa pesan dan narasi tersendiri. Ruang yang dipilih menjadi medium untuk memperkuat makna, entah itu tentang perjalanan, keterbatasan, kebebasan, hingga relasi manusia dengan lingkungan.
Kreativitas Tanpa Batas di UTS Koreografi Ruang, Mahasiswa ISI Solo Eksplorasi Tari dari Sudut-sudut Kampus https://t.co/yoWY88xWI0
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 12, 2026
Di sini bisa dikatakan bahwa kepekaan artistik dan keberanian bereksperimen, menjadi point penting bagi mahasiswa ISI Solo dalam pelaksanaan UTS Koreografi Ruang.
Sehingga bisa merubah kampus yang selama ini menjadi tempat belajar, menjadi laboratorium kreatif yang hidup. //Bang
