![]() |
| Rektor UNISRI Prof Sutoyo (kiri), memberikan ucapan selamat kepada Prof Nanik Suhartatik usai pengukuhan |
WARTAJOGLO, Solo - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali mencatatkan capaian penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar pada Rabu 15 April 2026), Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P. sebagai Guru Besar di bidang Mikrobiologi Pangan.
Pengukuhan ini menjadi tonggak bersejarah bagi UNISRI. Prof. Nanik tercatat sebagai Guru Besar ke-10 yang lahir dari internal kampus, sekaligus menjadi yang pertama di Fakultas Teknologi Pangan.
Prof. Sutoyo mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut, keberhasilan ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pengukuhan Guru Besar yang ke-10. Ini adalah bentuk syukur karena pengukuhan ini akan memperkuat UNISRI, baik secara akademik maupun non-akademik,” ujarnya saat ditemui di akhir acara.
Ia menjelaskan, UNISRI semula menargetkan memiliki 10 Guru Besar pada tahun 2027. Namun, target tersebut berhasil dicapai lebih cepat, yakni pada tahun 2026.
Lebih lanjut, Rektor berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh program studi di lingkungan UNISRI. Ke depan, setiap program studi ditargetkan memiliki minimal satu Guru Besar.
Dengan semakin bertambahnya akademisi pada jenjang tertinggi, UNISRI optimistis kualitas pembelajaran, riset, serta publikasi ilmiah akan meningkat signifikan.
Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi berkualitas di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2026, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Prof. Sutoyo juga menyoroti relevansi orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Nanik, khususnya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Harapan saya, Prof. Nanik bisa berkiprah lebih luas, baik di internal UNISRI maupun memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Solo dan bangsa Indonesia pada umumnya,” pungkasnya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Nanik Suhartatik menekankan pentingnya aspek keamanan pangan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, capaian akademik yang diraih bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan amanah untuk memberi manfaat lebih luas.
“Momentum pengukuhan guru besar bukanlah sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah amanah untuk terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan, tetapi juga oleh proses pengolahan yang memenuhi standar keamanan dan mutu.
Keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan, melainkan juga oleh tata cara pengolahan yang memenuhi standar keamanan dan mutu,” tegasnya.
Dalam paparannya, Prof. Nanik juga mengungkap data yang memprihatinkan. Hingga September 2025, tercatat lebih dari 4.700 kasus keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG, dengan Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling terdampak.
Temuan tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan serta penerapan standar keamanan pangan di lapangan.
Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) secara menyeluruh.
“CPPOB tidak hanya menekankan pada hasil akhir berupa produk yang aman dikonsumsi, tetapi juga mengatur setiap tahapan produksi,” jelasnya.
Di akhir orasinya, Prof. Nanik menegaskan bahwa keberhasilan program MBG memerlukan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri.
Kukuhkan Prof Nanik Suhartatik sebagai Guru Besar, Rektor UNISRI Berharap Ada Kontribusi Positif https://t.co/fnLMd8Y32W
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 15, 2026
Ia menutup dengan penegasan kuat, “Penerapan CPPOB Plus bukan hanya sekadar pedoman teknis, melainkan fondasi moral dan ilmiah bagi keberhasilan program MBG.”
Melalui gagasan tersebut, ia berharap program MBG tidak hanya mampu menyediakan makanan bergizi, tetapi juga benar-benar aman dan berkelanjutan, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. //Kls
