TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Langkah Nyata Swasembada Energi, KAI Uji Biodiesel B50

PT KAI melakukan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel B50

WARTAJOGLO, Yogyakarta - Upaya mewujudkan swasembada energi di Indonesia kini memasuki babak baru. 

Tidak hanya berhenti pada wacana, langkah konkret terus digulirkan pemerintah melalui pengembangan bahan bakar nabati. 

Salah satu tonggak penting terlihat dari dukungan penuh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta terhadap uji coba penggunaan biodiesel B50 di sektor perkeretaapian.

Ini merupakan sebuah langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak sekaligus mendorong energi bersih dan berkelanjutan.

Program biodiesel yang diinisiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini telah berkembang sejak 2008, dimulai dari B2,5 hingga mencapai B40 pada 2025. 

Kini, pemerintah bersiap melangkah lebih jauh menuju implementasi B50 yang direncanakan berlaku secara serentak di seluruh sektor mulai 1 Juli 2026. 

Langkah ini sekaligus menjadi strategi konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

Dalam konteks sektor perkeretaapian, uji coba B50 dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan karakteristik operasional yang unik. 

Direktur Pengelolaan Sarana & Prasarana KAI, Heru Kuswanto, menegaskan pentingnya proses pengujian ini.

“Dalam rangka memastikan kesiapan implementasi B50 secara nasional, pemerintah melaksanakan uji coba komprehensif di berbagai sektor seperti otomotif, alat mesin dan pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik termasuk sektor perkeretaapian yang memiliki karakteristik operasional khusus serta konsumsi bahan bakar diesel yang tinggi. Uji coba ini mencakup pengujian kualitas bahan bakar, mutu pelumas, serta kinerja dan ketahanan mesin, baik pada genset maupun lokomotif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan KAI merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Uji coba penggunaan B50 pada lokomotif dan genset kereta api dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kinerja operasional. Kami memastikan bahwa setiap tahapan pengujian berbasis data dan dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” lanjutnya.

Pengujian dilakukan dalam kondisi operasional nyata agar hasilnya benar-benar mencerminkan penggunaan sehari-hari. 

Untuk skema ketahanan dinamis, genset diuji hingga sekitar 2.400 jam di lintas Jakarta–Yogyakarta, sementara lokomotif menjalani pengujian selama kurang lebih enam bulan pada lintas Jakarta–Surabaya.

Dari sisi operasional daerah, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, memastikan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung program ini.

“Daop 6 berkomitmen untuk mendukung implementasi program B50 melalui penyediaan sarana uji, pengawasan operasional, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami juga memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur dan tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan kereta api,” jelasnya.

Lebih lanjut, Feni mengungkapkan optimisme terhadap hasil awal pengujian yang telah dilakukan.

“Hasil awal pengujian menunjukkan performa yang baik, sehingga memberikan optimisme terhadap kesiapan implementasi B50 secara lebih luas di sektor transportasi, khususnya perkeretaapian,” tambahnya.

Biodiesel B50 sendiri merupakan campuran 50 persen bahan bakar solar (B0) dan 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati. 

Selain berkontribusi pada ketahanan energi, implementasi B50 juga membawa berbagai manfaat strategis, mulai dari penghematan devisa negara, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, hingga penciptaan lapangan kerja dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Data tahun 2025 mencatat penggunaan B40 pada layanan kereta api jarak jauh secara nasional menghasilkan emisi karbon sebesar 127,3 ribu ton CO₂e dari 47,4 juta pelanggan. 

Angka ini menjadi pijakan penting untuk terus menekan emisi melalui peningkatan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

KAI Daop 6 menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan operasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan uji coba. 

Dengan dukungan berbagai pihak, implementasi B50 diharapkan dapat berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan. //Bang

Type above and press Enter to search.