![]() |
| Petugas menyerahkan barang milik penumpang kereta api yang tertinggal |
WARTAJOGLO, Yogyakarta - Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat ratusan barang milik penumpang yang tertinggal di sejumlah stasiun.
Tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik ternyata turut diiringi dengan meningkatnya temuan barang melalui layanan lost and found.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 133 barang temuan dengan estimasi nilai mencapai Rp129.580.000.
Rinciannya terdiri dari 6 item makanan, 77 barang biasa, serta 50 barang berharga. Temuan tersebut tersebar di sejumlah stasiun dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti Stasiun Yogyakarta sebanyak 62 barang, Stasiun Lempuyangan 23 barang, dan Stasiun Solo Balapan 51 barang.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa tingginya jumlah penumpang tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan, khususnya dalam pengelolaan barang tertinggal.
“Selama masa Angkutan Lebaran 2026, tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta tidak mempengaruhi kinerja Lost & Found KAI. Kami secara konsisten terus mengoptimalkan pelayanan di seluruh stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa layanan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bentuk komitmen dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan.
Meski demikian, Feni tetap mengingatkan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing penumpang.
“Namun demikian, kami senantiasa mengingatkan masyarakat bahwa barang bawaan penumpang merupakan tanggung jawab masing-masing. Oleh karenanya tetap fokus, tenang, dan teliti dalam memperhatikan barang bawaan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Feni menjelaskan bahwa sistem lost and found di KAI dikelola dengan prosedur yang jelas dan transparan.
Setiap barang yang ditemukan akan didata, diamankan, dan diupayakan untuk segera dikembalikan kepada pemiliknya setelah adanya laporan kehilangan.
“Kami memastikan setiap barang temuan diproses secara akuntabel dan diupayakan kembali ke pemiliknya melalui prosedur yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Selain itu, KAI Daop 6 juga terus mengedukasi pelanggan melalui berbagai kanal informasi agar lebih waspada terhadap barang bawaan, baik saat berada di dalam kereta maupun di area stasiun.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan ulang terhadap barang bawaan pribadi. Meskipun KAI memiliki sistem pengelolaan barang temuan yang baik, upaya pencegahan tetap menjadi langkah utama,” tegas Feni.
Nilainya Capai Ratusan Juta Rupiah, Ini Daftar Barang Tertinggal Temuan KAI Daop 6 Selama Mudik Lebaran https://t.co/EVtccMLHeC
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 3, 2026
KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan bahwa seluruh barang temuan yang belum diambil akan disimpan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pelanggan yang merasa kehilangan, dapat segera menghubungi petugas stasiun atau melalui layanan Contact Center KAI 121. //Bang
