TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Perkuat Daya Saing Solo, Astrid Widayani Ajak KADIN dan SBS Terus Berkolaborasi

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani (tengah) bersama jajaran Forkopimda saat menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar KADIN Kota Surakarta

WARTAJOGLO, Solo – Di tengah suasana hangat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surakarta menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal KADIN Kota Surakarta dan Solo Bersama Selamanya (SBS) yang digelar di Hotel Paragon Solo, Senin (20/4/2026).

Sejalan dengan tema halal bihalal tersebut, yakni "Merajut Silaturahmi, Membangun Kolaborasi Semua Potensi untuk Solo yang Harmoni", dalam pidatonya, Astrid membawa kabar membanggakan terkait posisi Kota Solo di kancah nasional. 

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kota Surakarta berhasil menduduki peringkat pertama dalam Indeks Daya Saing Daerah dengan skor impresif 4,43, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,5.

"Capaian ini harus kita syukuri dan banggakan. Daya saing kota yang kuat adalah pondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat bagi para pengusaha," ujar Astrid di hadapan para tokoh pengusaha dan mitra KADIN.

Untuk mempertahankan posisi puncak tersebut, Astrid memaparkan empat strategi utama yang menjadi fokus Pemerintah Kota Surakarta ke depan, yakni Infrastruktur Modern, Digitalisasi Birokrasi, Integrasi Teknologi (TIK) dan Ekosistem Inovasi.

Infrastruktur modern akan memastikan pembangunan fisik mendukung aksesibilitas publik dan fasilitas pelayanan yang mumpuni.

Lalu digitalisasi birokrasi akan mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif melalui digitalisasi agar birokrasi menjadi lebih mudah dan dekat dengan masyarakat.

Integrasi teknologi (TIK) akan mengoptimalkan database perusahaan dan situasi investasi yang terintegrasi, sejalan dengan visi aglomerasi Solo Raya.

Dan ekosistem inovasi bisa menantang seluruh pelaku bisnis untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Selain fokus pada ekonomi, Astrid yang hadir mewakili Wali Kota Surakarta juga menitipkan pesan khusus mengenai isu lingkungan. 

Ia mengajak para pengusaha, terutama di bidang kuliner, untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah terpadu. Mengingat, 70% sampah di Solo saat ini didominasi oleh sampah organik.

Melalui semangat Asta Cita Surakarta, Astrid berharap kolaborasi antara KADIN dan SBS yang telah terjalin selama 20 tahun dapat terus menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan memajukan UMKM lokal.

"Kota Solo tidak bisa maju jika pemerintah bekerja sendirian. Keberhasilan pembangunan dan ekonomi yang inklusif adalah hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media yang berjalan beriringan," tutupnya. //Bang

Type above and press Enter to search.