![]() |
| Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta Kristiana Haryanti saat memaparkan materi dalam talkshow "Lemari Waktu: 100 Wanita Berkebaya" |
WARTAJOGLO, Sukoharjo - Upaya menjaga warisan budaya digaungkan melalui gelaran bertajuk “Lemari Waktu: 100 Wanita Berkebaya”, yang diselenggarakan oleh Industrial Bank of Korea (IBK Bank) bekerja sama dengan Lions Club Solo Mustika.
Acara ini digelar di Warisan Heritage Boutique Hotel pada Sabtu 25 April 2026 dalam rangka memperingati Hari Kartini.
“Makna "Lemari Waktu” bukan sekadar konsep, tetapi ruang, di mana kebaya menjadi saksi perjalanan perempuan dari masa lalu, hingga hari ini kita pakai bersama," jelas Nugraheni Dwi Febriyanti, selaku ketua penyelenggara acara.
Mengusung konsep yang memadukan budaya dan edukasi, kegiatan ini menghadirkan lomba fashion show kebaya yang diikuti perempuan dari berbagai komunitas di Solo Raya.
Dengan berbagai gaya, di sini kebaya tak sekadar ditampilkan sebagai busana, tetapi sebagai simbol identitas, sejarah, dan perjalanan panjang perempuan Indonesia.
Tampak para peserta fashion show berlenggak-lenggok di halaman hotel yang disulap bak cat walk, dengan mengenakan berbagai macam model kebaya.
Tak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow yang mengupas sejarah dan makna kebaya.
Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta Kristiana Haryanti, lalu inisiator acara Idha Jacinta selaku Komite Kebudayaan Lions Club Distrik 307 B2 Indonesia.
Hadir pula Indria Senthir sebagai Founder Lurik Senthir & Ethnic Design Specialist sekaligus tim kreatif komunitas Kebaya Nusantara (KENES), serta Esther Menil Wulandari dari Batik Walangkekek yang juga anggota Lions Club Solo Mustika.
Dalam pandangannya, Idha Jacinta sebagai inisiator, menjelaskan bahwa acara ini lahir dari kesadaran sederhana namun mendalam tentang makna kebaya.
Ia menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian tradisional.
“Kebaya bukan hanya busana, tetapi sebuah cerita hidup yang terus dijahit oleh perempuan Indonesia dari generasi ke generasi. Melalui acara ini, kami ingin mengajak perempuan untuk tidak hanya memakai kebaya, tetapi merasakan kembali cerita di dalamnya, tentang ibu, masa lalu, perjuangan, dan identitas kita sebagai perempuan Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas komunitas menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan acara ini.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak seperti Lions Club Solo Mustika, IBK Bank Indonesia, komunitas Kebaya Nusantara (KENES), Kyoot Signature, hingga Warisan Heritage Boutique Hotel menunjukkan bahwa gerakan pelestarian budaya dapat tumbuh dari kebersamaan.
“Ketika berbagai pihak dengan hati yang sama berkumpul, sebuah ide sederhana bisa menjadi gerakan yang bermakna. Pada akhirnya, kita semua sedang menjahit sesuatu dalam hidup ini. Pertanyaannya bukan lagi ‘bisa atau tidak’, tetapi ‘kita mau menjahit apa bersama’,” tambahnya.
![]() |
| Kepala Cabang IBK Bank Kota Solo, Suryo Utomo menyampaikan materi tentang keuangan dan perbankan di hadapan para undangan dari berbagai komunitas di perempuan Solo raya |
Di sisi lain, IBK Bank memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada perempuan.
Sri Suhartin selaku Corporate Secretary & Legal Division Head PT Bank IBK Indonesia menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan keluarga.
“Kegiatan hari ini merupakan edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada perempuan, khususnya komunitas perempuan di Solo. Kita tahu bahwa perempuan adalah ‘menteri keuangan’ dalam keluarga, sehingga penting bagi mereka memahami pengelolaan keuangan dan produk perbankan,” jelasnya.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar tentang perbankan, layanan keuangan, hingga pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman perempuan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat Pemberdayaan Perempuan Tersaji dalam "Lemari Waktu: 100 Wanita Berkebaya" https://t.co/5uH0Fxubbn
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 25, 2026
Menurut Sri Suhartin, kolaborasi dengan Lions Club dipilih sebagai langkah strategis untuk menjangkau komunitas perempuan secara lebih luas.
"Tak hanya dengan Lions Club, IBK Bank terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat," pungkasnya. //Kls

