TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Soroti Kesehatan Mental hingga Kinerja Dinas, Sri Martuti Handayani Dorong Evaluasi Serius dalam LKPJ Wali Kota Surakarta

Sri Martuti Handayani (tengah) saat mengikuti sidang paripurna

WARTAJOGLO, Solo - Rapat Paripurna DPRD Kota Surakarta yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surakarta pada Senin 27 April 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pemerintah kota. 

Dalam forum yang dipimpin Ketua DPRD, Budi Prasetyo, berbagai catatan kritis disampaikan oleh Panitia Khusus (Pansus) sebagai bahan perbaikan ke depan.

Salah satu suara yang cukup menonjol datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sri Martuti Handayani. 

Ia merupakan bagian dari Pansus yang diketuai Sugeng Riyanto, dan turut menyampaikan sejumlah rekomendasi tambahan yang dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Martuti menjelaskan bahwa rapat paripurna ini menjadi ruang bagi anggota dewan untuk memberikan koreksi konstruktif terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Ada beberapa hal yang perlu disampaikan oleh beberapa anggota dewan, yang mana agar Pemkot ini bisa kinerjanya lebih maksimal dan untuk masyarakat lebih terpenuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembahasan belum berhenti di tahap ini, melainkan masih akan berlanjut hingga penyampaian resmi kepada wali kota.

“Rapat ini nanti masih dilanjutkan, masih berlanjut untuk penyusunan pelaporan kepada wali kota besok,” lanjutnya.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi IV, Martuti secara khusus menyoroti empat poin penting yang berkaitan dengan sejumlah dinas strategis, yakni Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kesehatan. 

Dari ketiga sektor tersebut, isu kesehatan mental masyarakat menjadi perhatian utamanya.

“Untuk Dinas Kesehatan, memang sejak awal saya menyoroti tentang psikologi masyarakat Kota Surakarta, yang mana tentang kesehatan mental dan kejiwaannya,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai dinamika sosial saat ini turut memengaruhi kondisi mental masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi hingga maraknya fenomena judi online. Hal ini, kata dia, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Bisa panjenengan lihat, banyak pengaruh yang mempengaruhi mental masyarakat kota, khususnya mungkin judi online itu juga bisa mempengaruhi mental. Juga ada beberapa beban yang mungkin dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai solusi, Martuti mendorong penguatan layanan kesehatan mental berbasis masyarakat, salah satunya melalui Posyandu. 

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah diusulkan penempatan tenaga psikolog untuk mendekatkan layanan kepada warga.

“Di Posyandu itu ada psikolog. Kita memang kemarin mengusulkan ada 17 psikolog dari Puskesmas yang ditugaskan di setiap Posyandu. Sehingga masyarakat bisa curhat di situ,” jelasnya.

Ia bahkan mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mencari tempat berbagi persoalan.

“Saya juga mengimbau agar masyarakat tidak sembarang curhat. Jadi untuk bisa memperbaiki mentalnya, harapan saya lebih baik curhat kepada psikolog yang sudah kami siapkan,” katanya.

Namun demikian, Martuti menekankan pentingnya evaluasi terhadap implementasi program tersebut. 

Ia meminta pemerintah kota untuk memberikan laporan yang jelas terkait sejauh mana program itu telah berjalan dan dampaknya di lapangan.

“Yang ingin kami ketahui adalah sejauh mana program ini sudah berjalan, saya ingin tahu hasil dari program tersebut, agar Pemkot bisa melaporkan kepada komisi,” tandasnya. //Sik

Type above and press Enter to search.