TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Tinjau PT HaTI, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Standarisasi Rasa Katering Haji

Direktur PT HaTI, Ir Sugiri (kanan) menjelaskan tentang produk makanan siap saji kepada Abdul Wachid

WARTAJOGLO, Solo - Peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji terus menjadi fokus utama pemerintah dan parlemen. 

Karena itulah Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, melakukan kunjungan ke pabrik PT Halalan Thayiban Indonesia (HaTI) di Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis 23 April 2026.

Bagi komisi yang membawahi permasalahan haji ini, kunjungan tersebut penting untuk meninjau langsung proses produksi makanan siap saji, yang menjadi andalan bagi jemaah haji Indonesia saat berada di tanah suci. 

Dalam peninjauan tersebut, Abdul Wachid didampingi langsung oleh pemilik Wong Solo Group, yang menaungi PT HaTI, Puspo Wardoyo.

Dalam keterangannya, Abdul Wachid menyoroti pentingnya katering yang sesuai dengan selera nusantara. 

Ia mengenang masa-masa sebelum tahun 2022, di mana jemaah seringkali terpaksa mengonsumsi makanan dengan cita rasa luar, seperti rasa India atau Pakistan, yang berujung pada banyaknya makanan yang terbuang.

"Alhamdulillah, saat saya melakukan kunjungan ke Madinah, Arafah, dan Armuzna kemarin, saya mengecek langsung katering rasa Indonesia yang selalu saya suarakan. Produk dari Pak Puspo ini sudah sampai ke sana," ujar Abdul Wachid.

Menurutnya, ketersediaan makanan dengan rasa otentik Indonesia memiliki dampak psikologis yang besar bagi jemaah. 

"Kalau makanannya enak dan rasa Indonesia, jemaah jadi betah dan tidak tergesa-gesa ingin pulang. Ini adalah 'obat' rindu bagi mereka," tambahnya.

Satu hal yang membuat Abdul Wachid terkesan adalah standar higienitas dan teknologi pengemasan di pabrik HaTI. 

Produk makanan yang dihasilkan mampu bertahan hingga dua tahun tanpa menggunakan bahan pengawet, sebuah pencapaian yang dianggap luar biasa bagi perusahaan dalam negeri milik pengusaha asli Indonesia.

Lebih lanjut, Abdul Wachid menjelaskan bahwa DPR tengah merancang regulasi baru melalui Undang-Undang Haji dan koordinasi dengan BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). 

Target ke depan adalah pelayanan yang lebih baik namun dengan harga yang lebih kompetitif.

"Kita mendorong adanya kontrak jangka panjang, antara 5 sampai 10 tahun, baik untuk pemondokan maupun katering. Dengan kontrak panjang, harga bisa lebih murah dan kualitas lebih profesional. Kita tidak memonopoli, silakan perusahaan mana saja masuk asalkan kualitas, rasa, dan keamanan pangannya terjaga seperti ini," tegasnya.

Melihat potensi besar ini, Abdul Wachid mendorong agar pengusaha Indonesia, khususnya Wong Solo Group, tidak hanya menyuplai dari dalam negeri tetapi juga mengembangkan pabrik di Arab Saudi. 

Hal ini sejalan dengan keinginan Duta Besar Indonesia untuk meningkatkan investasi pengusaha lokal di tanah suci.

"Saya akan sampaikan ini kepada Presiden. Agar pemerintah melihat langsung produk yang dinikmati jemaah kita. Apalagi sekarang sudah ada Kementerian Haji sendiri, maka pelayanan harus jauh lebih baik dan lebih murah dibanding tahun-tahun sebelumnya," pungkas Wachid.

Menutup kunjungannya, Wachid menekankan bahwa dengan terbentuknya Kementerian Haji yang baru, pengelolaan ibadah haji harus menjadi lebih ramping dan fokus. 

Pengawasan terhadap vendor-vendor katering akan diperketat guna memastikan tidak ada lagi jemaah yang kekurangan makanan atau mendapatkan pelayanan yang tidak layak akibat vendor yang tidak profesional. //Kls

Type above and press Enter to search.