TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Wisuda ISI Surakarta, Rektor: Lulusan Harus Padukan Kearifan Lokal dan Teknologi Global

Rektor ISI Surakarta mengalungkan samir kepada para wisudawan sebagai tanda kelulusan

WARTAJOGLO, Solo - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Program Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Periode I Tahun 2026. 

Prosesi yang berlangsung khidmat pada Rabu 15 April 2026 di Pendapa KGPH Djojokusumo, Kampus Kentingan ini menjadi momentum penting bagi 295 wisudawan yang resmi menapaki babak baru kehidupan mereka.

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 148 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude (dengan pujian), mencerminkan capaian akademik yang membanggakan sekaligus kualitas pendidikan seni yang terus berkembang di ISI Surakarta.

Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan ISI tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan seni, tetapi juga mengemban amanah besar sebagai agen perubahan di masyarakat.

“Alumni ISI Solo adalah penjaga nilai-nilai budaya bangsa yang terus menghidupkan warisan tradisional, sekaligus pionir dalam menggabungkan kreativitas seni dengan kemajuan teknologi digital,” tegasnya.

Ia juga menyoroti besarnya peluang di era digital saat ini. Menurutnya, teknologi informasi telah membuka panggung global bagi para seniman untuk menampilkan karya mereka kepada dunia.

“Dunia maya kini menjadi panggung global tempat karya-karya kalian dapat dikenal dan menginspirasi banyak orang. Gunakanlah kesempatan ini untuk memperluas jangkauan karya, membangun jejaring, dan memberi dampak positif melalui seni,” lanjutnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab menjaga kelestarian seni tradisi.

“Padukanlah kearifan lokal dengan pemikiran global, agar tradisi tetap hidup dan terus berkembang sesuai zaman,” pesannya.

Selain berkarier di dunia profesional, para alumni juga didorong untuk menciptakan ruang kreatif mandiri, seperti sanggar seni atau studio independen. 

Ruang-ruang ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi, eksplorasi, sekaligus pengabdian kepada masyarakat melalui seni.

Dari sisi capaian akademik, wisudawan ISI Surakarta menunjukkan performa yang sangat baik. 

Masa studi tercepat untuk program sarjana tercatat 3 tahun 4 bulan, sarjana terapan 3 tahun 6 bulan, magister 2 tahun, dan doktor 2 tahun 4 bulan.

Adapun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yang diraih mencapai angka sempurna 4.00 untuk program sarjana. 

Sementara itu, IPK tertinggi untuk sarjana terapan 3.89, magister 3.81, dan doktor 3.97.

Sejak masih berstatus Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta, kemudian Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta, hingga kini menjadi Institut Seni Indonesia Surakarta, total lulusan yang telah dihasilkan mencapai 9.822 orang.

Angka tersebut menjadi bukti kontribusi nyata ISI Surakarta dalam melahirkan insan-insan kreatif yang berperan penting dalam pengembangan seni dan budaya di Indonesia maupun di kancah global.

Dengan bekal ilmu, kreativitas, serta semangat menjaga tradisi, para wisudawan ISI Surakarta diharapkan mampu menjadi pelaku seni yang adaptif, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat. //Bang

Type above and press Enter to search.