TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Bagikan Dividen 20 Persen, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Terus Genjot Ekspansi dengan Pembangunan Pabrik Baru

Dirut PT Biofarmaka Is Heriyanto bersama Komisaris Utama Machmud Lutfi Huzain menjelaskan hasil RUPS

WARTAJOGLO, Solo - PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk menunjukkan optimisme besar dalam menghadapi persaingan industri herbal, suplemen kesehatan, dan kosmetik nasional. 

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di HARRIS Hotel & Conventions Solo pada Senin 11 Mei 2026, perseroan menegaskan strategi ekspansi agresif sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Dalam RUPS tersebut, perseroan menyampaikan sejumlah proyek strategis yang tengah dijalankan, mulai dari pembangunan pabrik suplemen softgel, pabrik tablet, pabrik kosmetik full aspect, laboratorium riset, hingga kantor marketing dan pengembangan bisnis.

Direktur Utama PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk, Is Heriyanto, mengatakan ekspansi dilakukan untuk memperbesar kapasitas produksi sekaligus memperkuat penguasaan pasar nasional.

Salah satu fasilitas yang telah berjalan berada di kawasan Dalangan, Tawangsari, Sukoharjo yang memproduksi Cairan Obat Dalam (COD) dan suplemen kapsul serbuk. 

Sementara kawasan Mojorejo tengah disiapkan sebagai pusat produksi baru untuk sediaan softgel dan tablet dengan progres pembangunan mencapai 70 hingga 90 persen.

“Target kami tahun 2027 fasilitas softgel dan tablet ini sudah bisa melayani produksi klien,” ujarnya dalam sesi Public Expose di hadapan awak media.

Saat ini PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk memiliki lini bisnis yang cukup luas, mulai dari herbal, suplemen, kosmetik, minuman fungsional, salep kuasi, hingga PKRT atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.

Melalui lini PKRT, perusahaan memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga dan industri seperti sabun cuci piring, deterjen cair, cairan pembersih, hingga antiseptik berbasis iodin.

Produk tersebut dipasarkan ke hotel, restoran, rumah sakit, biro umrah, hingga dapur SPBG di wilayah Solo Raya.

Sepanjang tahun buku 2025, perseroan mencatat pertumbuhan omzet sebesar 32,73 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Namun laba bersih konsolidasi turun 16,15 persen akibat meningkatnya biaya marketing dan ekspansi pasar yang dilakukan secara agresif.

Meski demikian, RUPS tetap menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen yang dibagikan mencapai Rp5,13 miliar atau setara Rp7,548 per saham.

Selain memperkuat pasar domestik, perusahaan juga mulai menjajaki ekspansi internasional ke Malaysia dan Vietnam. 

Produk Astaxanthin dan Men’s Bio menjadi salah satu andalan yang diproyeksikan masuk ke pasar luar negeri.

“Kami melihat pasar Malaysia cukup potensial karena harga produknya masih lebih stabil dibanding Indonesia,” jelas Is Heriyanto.

Di sisi lain, sejumlah anak usaha perusahaan mulai menunjukkan performa positif. 

PT Denbo yang bergerak di bidang bahan baku internal telah mencetak keuntungan pada kuartal pertama 2026, sementara PT Alga Pack Indonesia Mandiri yang bergerak di bidang pupuk dan pakan ternak juga mulai menghasilkan profit.

Dengan berbagai langkah ekspansi tersebut, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perusahaan manufaktur berbasis inovasi dan market driven di industri kesehatan nasional.

“Kami ingin menjadi perusahaan manufaktur berbasis inovasi dan market driven yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” pungkas Is Heriyanto yang didampingi Komisaris Utama Machmud Lutfi Huzain. 

Type above and press Enter to search.