![]() |
| Komisaris Hotel dana, Oesrinita Oesman (dua dari kiri) menyerahkan surat perjanjian kerja sama, yang baru ditandatangani bersama vendor |
WARTAJOGLO, Solo - Memasuki usia ke-73 tahun, Hotel Dana Permai (HDP) Solo menandai babak baru transformasi besar yang sarat makna sejarah.
Hotel legendaris yang berdiri di jantung Kota Bengawan itu kini resmi melakukan pembaruan menyeluruh, mulai dari penyegaran fisik bangunan, penataan ulang venue, hingga hadirnya jajaran manajemen baru yang membawa semangat kolaborasi segar.
Momentum transformasi tersebut ditandai melalui peluncuran Paket Pernikahan Terbaru yang digelar hangat di Pendopo Agung Hotel Dana, Senin 25 Mei 2026.
Acara ini sekaligus menjadi simbol keseriusan manajemen baru dalam mengembalikan pamor Hotel Dana sebagai salah satu ikon heritage wedding paling berkelas di Solo Raya.
Di bawah manajemen baru, Hotel Dana berencana akan melakukan facelift bangunan. Selain itu juga akan membangun konsep layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern, tanpa meninggalkan akar budaya Jawa, yang selama puluhan tahun menjadi identitas kuat hotel tersebut.
Komisaris Hotel Dana, Oesrinita Oesman, menegaskan bahwa langkah transformasi ini berangkat dari kekuatan historis yang telah lama melekat di benak masyarakat Solo.
“Tentunya dengan background Hotel Dana yang terkenal akan wedding-nya, venue wedding-nya, maka kami fokus pertama kali adalah di tempat wedding. Hari ini kami juga dengan bangga memperkenalkan paket wedding terbaru dari Hotel Dana Permai yang kami rancang dengan konsep lebih fleksibel, hangat, dan kolaboratif bersama para vendor pilihan,” ujarnya di hadapan para pelaku industri perhotelan dan wedding organizer Solo.
Menurutnya, paket terbaru tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan calon pengantin masa kini yang semakin beragam.
Mulai dari intimate wedding dengan suasana sakral, prosesi adat Jawa lengkap, siraman, akad nikah, hingga resepsi besar di area pendopo maupun garden belakang hotel yang kini terintegrasi dengan coffee shop.
Tak hanya itu, manajemen baru juga tengah melakukan renovasi bertahap agar seluruh area hotel benar-benar mampu mendukung rangkaian acara pernikahan secara utuh.
Dari area depan hingga halaman belakang, setiap sudut dirancang menjadi ruang yang estetik sekaligus fungsional.
Nuansa heritage yang menjadi ruh Hotel Dana tetap dipertahankan, namun dikemas lebih segar dan modern.
Pendopo Agung yang selama ini menjadi ikon utama pun ikut dipercantik agar semakin nyaman digunakan untuk berbagai prosesi sakral keluarga.
Untuk memperkuat ekosistem wedding tersebut, Hotel Dana menggandeng sejumlah vendor lokal profesional mulai dari wedding organizer, dekorasi, tata rias, dokumentasi, hiburan, hingga penyedia kebutuhan pendukung lainnya.
Kolaborasi ini, kata Oesrinita, akan dijalankan secara terbuka dan transparan demi menciptakan pertumbuhan bersama bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Insyaallah kita akan bersama maju. Yang namanya berjamaah ya sama-sama majunya. Kalau dibilang rata pembagiannya, insyaallah semua rezeki pasti sudah diatur sama Allah. Jadi kita bismillah, kita sama-sama maju dan kita lakukan kolaborasi ini secara transparan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pasangan memiliki cerita dan impian yang berbeda. Karena itu, fleksibilitas menjadi salah satu kunci utama konsep wedding terbaru yang kini ditawarkan Hotel Dana Permai.
Transformasi yang dilakukan Hotel Dana terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan hari jadi hotel yang ke-73 pada 25 Mei 2026.
Tanggal tersebut sengaja dipilih sebagai simbol dimulainya perjalanan baru yang diharapkan membawa keberkahan sekaligus semangat kebangkitan.
Jika menilik sejarahnya, Hotel Dana merupakan salah satu tonggak penting perkembangan pariwisata di Solo.
Pada awal 1950-an, Kota Solo belum memiliki hotel representatif untuk menyambut wisatawan maupun tamu penting.
Melihat kebutuhan tersebut, pihak Mangkunegaran melalui Yayasan Dana kemudian mengambil langkah besar dengan memugar sebuah bangunan kuno milik Pangeran Poerbonegoro, putra Sri Susuhunan Pakubuwono X.
Bersolek di Usia 73 Tahun, Hotel Dana Perkuat Posisi sebagai Kiblat Heritage Wedding Solo https://t.co/2GReZU0pI5
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 30, 2026
Bangunan berarsitektur Jawa itu kemudian direnovasi menjadi hotel modern dan resmi dibuka untuk umum pada 25 Mei 1953 dengan nama Hotel Dana.
Lebih dari tujuh dekade berselang, hotel bersejarah tersebut kini kembali memasuki fase penting perjalanan panjangnya.
Perpaduan nilai heritage, sentuhan manajemen baru yang dinamis, serta konsep layanan yang lebih segar diharapkan mampu membuat Hotel Dana tetap menjadi pilihan utama masyarakat Solo. //Sik
