![]() |
| Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mewakili Pemkot Solo menerima penghargaan ADIPATI Awards dari Bank Indonesia |
WARTAJOGLO, Solo - Upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di wilayah Solo raya terus diperkuat melalui gelaran ADIKARYA Fest 2026 yang resmi kick-off pada Sabtu (23/5/2026) di Mall Solo Square.
Mengusung semangat kolaborasi dan inovasi, ajang tahunan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo ini, menjadi ruang sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga masyarakat dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi.
ADIKARYA Fest 2026 dikemas meriah dengan berbagai agenda edukasi, hiburan, promosi UMKM, kompetisi interaktif, hingga kampanye transaksi digital yang menyasar masyarakat luas, khususnya generasi muda dan pelaku usaha.
Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan ADIKARYA Fest 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui digitalisasi.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan sistem pembayaran, tetapi juga menyangkut penguatan daya saing UMKM, peningkatan inklusi keuangan, dan perluasan literasi masyarakat terhadap transaksi digital yang aman dan efisien.
“Digitalisasi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu BI Solo terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga komunitas,” ujarnya.
Dalam momentum tersebut, BI Solo juga memberikan penghargaan ADIPATI Awards kepada pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Solo Raya atas berbagai capaian dalam penguatan ekonomi dan digitalisasi daerah.
Kota Surakarta menjadi salah satu penerima penghargaan pada kategori “Digitalisasi Transaksi Pemerintah”.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, kepada Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas langkah progresif Pemerintah Kota Surakarta dalam memperluas penggunaan transaksi nontunai di berbagai sektor layanan publik.
Dalam sambutannya, Astrid Widayani menyampaikan apresiasi kepada BI Solo atas penyelenggaraan ADIKARYA Fest 2026 yang dinilai menjadi ruang kolaborasi penting dalam memperkuat ekonomi digital daerah.
Ia mengungkapkan, perkembangan transaksi digital di Kota Solo menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 25,1 juta transaksi QRIS di wilayah Surakarta atau meningkat 133,8 persen dibanding sebelumnya.
Tak hanya itu, jumlah merchant QRIS di Solo Raya kini telah mencapai 6.406 merchant, dengan hampir 500 ribu merchant berada di Kota Solo.
“Angka-angka ini merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Kota Solo semakin percaya diri dan familiar dengan transaksi digital,” ujarnya.
Pemkot Surakarta sendiri terus memperluas implementasi digitalisasi layanan publik. Salah satu inovasi yang tengah didorong adalah penggunaan QRIS pada layanan parkir, termasuk rencana pemasangan logo QRIS pada seragam juru parkir di Kota Solo.
Selain itu, Pemkot Solo bersama GoPay juga meluncurkan program Pedagang Pintar Solo yang memberikan fasilitas QRIS gratis, pelatihan literasi keuangan digital, hingga fitur notifikasi suara real-time bagi pedagang pasar tradisional.
"Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha tradisional semakin yakin dan nyaman menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari," ungkap Astrid.
Tak hanya berfokus pada transaksi digital, ADIKARYA Fest 2026 juga menjadi ajang pemberdayaan UMKM lokal.
Berbagai produk unggulan khas Solo Raya dipamerkan untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat promosi potensi ekonomi daerah.
Astrid menilai pendekatan edukasi yang dikemas kreatif dalam ADIKARYA Fest menjadi langkah tepat untuk mendekatkan transformasi digital kepada masyarakat tanpa terkesan menggurui.
Makin Mapan dalam Transaksi Digital, Pemkot Surakarta Terima ADIPATI Awards di ADIKARYA Fest 2026 https://t.co/4aV0TVEB7W
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 23, 2026
“Kegiatan ini sangat interaktif dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pemahaman mengenai transaksi digital yang aman dan bijak,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kota Surakarta berharap sinergi bersama BI Solo terus diperkuat untuk mendukung pengembangan ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, serta penguatan Solo sebagai kota budaya yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. //Sik
