![]() |
| Seorang wisudawan menandatangani absensi usai pelaksanaan wisuda |
WARTAJOGLO, Solo - Sebanyak 453 mahasiswa resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang digelar di The Sunan Hotel Solo, Kamis 7 Mei 2026.
Namun wisuda kali ini terasa berbeda. Tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga dipenuhi kisah hangat dan mengharukan dari para wisudawan.
Di tengah suasana khidmat prosesi wisuda, ada tiga wisudawati yang merayakan ulang tahun tepat pada tanggal 7 Mei.
Kebahagiaan mereka terasa berlipat karena di hari pertambahan usia, mereka juga resmi menyandang gelar sarjana.
Tak hanya itu, suasana haru juga muncul dari pasangan suami istri yang menjalani wisuda bersama. Keduanya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di waktu yang hampir bersamaan, menjadi simbol perjuangan keluarga dalam meraih pendidikan.
Yang paling menyita perhatian adalah hadirnya rombongan lima orang dari satu keluarga yang sama-sama menjalani wisuda pada hari tersebut.
Mereka terdiri dari anggota keluarga lintas generasi yang memilih menempuh pendidikan di Unisri hingga akhirnya diwisuda bersama.
Rektor Prof. Dr. Drs. Sutoyo, M.Pd., mengaku bangga dan terharu dengan fenomena tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Unisri.
“Tentunya hal ini membanggakan. Karena berarti trust masyarakat atau kepercayaan masyarakat terhadap Unisri ini cukup bagus. Sehingga bapak, anak, istri, keponakan, adik itu bisa memilih di Unisri. Kenapa tidak memilih yang lain? Ini berarti kepercayaan masyarakat cukup bagus terhadap Unisri,” ujarnya.
Menurut Sutoyo, kualitas menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Unisri.
![]() |
| Para wisudawan dan wisudawati spesial yang ikut dalam prosesi wisuda Unisri 2026 |
“Satu hal yang penting adalah kualitas. Kualitas tetap harus terjaga. Jadi setiap prodi punya nilai lebih dibandingkan yang lain,” tegasnya.
Selain kualitas, kepastian masa studi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Ada jaminan bahwa mahasiswa lulus itu dijamin empat tahun selesai tanpa mengabaikan kualitas. Itu yang membuat trust masyarakat lebih bagus pada Unisri,” katanya.
Rektor juga mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukan akhir perjuangan, melainkan awal memasuki dunia kerja yang penuh tantangan dan ketidakpastian.
Ia berpesan agar para lulusan memiliki mental yang kuat, motivasi tinggi, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
“Saya berpesan para lulusan memiliki sikap mental yang kuat, motivasi yang tinggi, punya jiwa militansi, dan selalu berpikir positif,” ujarnya.
Menurutnya, selama kuliah mahasiswa telah dibekali berbagai kompetensi, mulai dari kompetensi profesional, personal, sosial hingga kewirausahaan.
Kompetensi profesional diberikan melalui penguasaan ilmu dan keterampilan sesuai bidang studi. Sementara kompetensi personal menitikberatkan pada pembentukan karakter, moral, dan akhlak mulia.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan komunikasi dan kerja sama melalui kompetensi sosial, serta kemampuan menciptakan peluang usaha melalui kompetensi kewirausahaan.
Kebanggaan lain juga datang dari program magang Jepang yang diikuti mahasiswa Unisri. Pada tahun 2025, sebanyak 34 mahasiswa berhasil lolos program magang di Jepang.
Menariknya, satu mahasiswa langsung ditawari bekerja kembali di Jepang setelah menyelesaikan studinya karena dinilai memiliki kemampuan dan etos kerja yang baik.
“Kenapa ada satu mahasiswa yang berangkat lagi ke Jepang itu karena etos kerjanya bagus, attitude-nya bagus, kemampuan bahasanya bagus,” jelas Sutoyo.
Ia menekankan bahwa bekerja di luar negeri tidak hanya membutuhkan kemampuan bahasa, tetapi juga sikap dan karakter yang baik.
“Kalau hanya kemampuan bahasa saja tapi attitude-nya tidak bagus ya tidak bisa, karena kita kerja di negeri orang,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pada wisuda kali ini Unisri meluluskan 453 mahasiswa, terdiri dari 405 lulusan program Sarjana (S1) dan 48 lulusan Magister (S2).
Dengan jumlah itu, maka sampai saat ini, Unisri telah meluluskan sebanyak 25.600 sarjana dan 3.125 magister.
Artinya total alumni Unisri mencapai 28.725 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Atas nama pimpinan dan segenap civitas akademika Universitas Slamet Riyadi, kami mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang hari ini dikukuhkan sebagai Sarjana dan Magister,” katanya.
Menurutnya, wisuda merupakan puncak perjuangan panjang para mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Hari ini merupakan hari yang paling membahagiakan bagi para wisudawan dan keluarganya. Apa yang telah diperjuangkan selama kurang lebih empat tahun bagi program sarjana dan dua tahun bagi program magister akhirnya berujung dengan pengukuhan sebagai seorang sarjana dan magister,” ujarnya.
Wisuda Unisri 2026 Penuh Cerita, dari Tiga Wisudawati Ulang Tahun hingga Satu Keluarga Diwisuda Bersama https://t.co/1LGbNjRDyS
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 7, 2026
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menegaskan komitmen Unisri dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus memberikan kepastian masa studi bagi mahasiswa.
Mulai tahun 2025, Unisri mencanangkan program “S1 empat tahun dijamin lulus dan pasti lulus”, sedangkan program magister ditargetkan selesai maksimal dua tahun.
“Yang diwisuda hari ini juga ada yang lulus 3,5 tahun dan 4 tahun. Yang S2 ada yang selesai dua tahun,” tandasnya. //Sik

