TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Album Kompilasi BML Vol. 2 Resmi Dilaunching, Lima Talenta Muda Siap Ramaikan Industri Musik Indonesia

Para finalis Bintang Muda Lokananta Vol.2 menghadiri acara launching album Kompilasi BML Vol. 2

WARTAJOGLO, Solo – Lokananta kembali menegaskan perannya sebagai rumah tumbuh bagi musisi muda Indonesia. 

Di mana pada Sabtu 27 Juni 2026, Album Kompilasi Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 resmi dilaunching melalui Album Release Party.

Ini menandai berakhirnya proses inkubasi sekaligus dimulainya perjalanan profesional lima musisi muda dari berbagai daerah di Tanah Air.

Yang mana telah melalui proses seleksi, pembinaan, hingga produksi karya secara profesional di Studio Lokananta, Surakarta

Corporate Secretary & CSR PT Danareksa (Persero), Agus Widjaja, mengatakan transformasi Lokananta tidak hanya sebatas menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga menghadirkan ruang baru bagi kreativitas generasi muda.

"Transformasi Studio Lokananta bukan hanya tentang merawat warisan. Namun, bagaimana kita dapat meneruskan, bahkan membuka ruang baru untuk pertumbuhan, kreativitas, dan kolaborasi. Dengan demikian, kita turut membuka peluang bagi generasi hari ini dan yang akan datang untuk memperkuat potensi serta identitasnya di industri kreatif," ujarnya.

Menurut Agus, Holding BUMN Danareksa meyakini pemberdayaan talenta lokal mampu menggerakkan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, baik bagi Lokananta maupun Indonesia.

Album Kompilasi Bintang Muda Lokananta Vol. 2 menghadirkan lima karya orisinal dengan karakter musik yang berbeda-beda. 

Mereka adalah Drewgon asal Maluku Tenggara melalui lagu "Panggajo Majo", BeverlyLine dari Semarang dengan "Kuharap Tetap Begini", Tuan Sendiri dari Bandung lewat "Kelak", Gardenia asal Banjarnegara dengan "Requiem For The White Wolf", serta Barmy Blokes dari Surakarta melalui lagu "Pop Karir".

Kelima lagu tersebut mengangkat beragam cerita, mulai dari kehilangan, perpisahan, kerinduan, cinta yang bertahan, hingga semangat pantang menyerah. 

Album kini telah tersedia di berbagai platform digital serta diproduksi dalam format kaset pita edisi terbatas sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Lokananta.

Direktur Utama PPA, M. Teguh Wirahadikusumah, menyebut peluncuran album ini menjadi bukti bahwa revitalisasi Lokananta telah menghasilkan nilai tambah bagi industri kreatif nasional.

"Bagi PPA, revitalisasi Lokananta tidak boleh berhenti pada perbaikan fisik bangunan, melainkan bagaimana aset ini kembali produktif dan menciptakan nilai tambah bagi industri kreatif nasional. Program Bintang Muda Lokananta menjadi inkubator bisnis bagi para musisi muda melalui mentoring, produksi hingga distribusi pemasaran sehingga mereka memiliki daya saing dan karier yang berkelanjutan," katanya.

Ia menambahkan, sejak dihidupkan kembali pada 2023, Lokananta telah mampu menggerakkan ekonomi kreatif secara sirkuler hingga mencapai Rp35 miliar.

Salah satu finalis, Drewgon asal Maluku Tenggara, mengaku mengikuti Bintang Muda Lokananta menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya sebagai musisi independen.

"Sebagai musisi independen dari Indonesia Timur, kesempatan untuk belajar dan berkarya di Lokananta menjadi pengalaman yang sangat berharga. Saya tidak hanya mendapatkan akses terhadap fasilitas produksi yang profesional, tetapi juga wawasan industri yang sebelumnya sulit saya akses," tuturnya.

Ia mengatakan proses mentoring membuatnya semakin percaya bahwa identitas budaya dan latar belakang daerah justru menjadi kekuatan dalam berkarya.

"Saya belajar bahwa latar belakang, budaya, bahasa daerah, dan pengalaman hidup yang saya miliki adalah kekuatan yang membuat karya saya berbeda. Bintang Muda Lokananta memberikan ruang bagi saya untuk mengembangkan cerita tersebut dengan standar produksi yang lebih baik tanpa kehilangan kejujuran dalam berkarya," tambahnya.

Peluncuran album turut dimeriahkan penampilan Rebellion Rose dan The Melting Minds. 

Selain menjadi perayaan atas lahirnya album kompilasi, acara tersebut juga menjadi titik awal tur promosi para finalis ke sejumlah kota untuk memperluas jangkauan pendengar sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada pasar musik nasional.

CEO Lokananta sekaligus inisiator Bintang Muda Lokananta, Wendi Putranto, mengatakan album kompilasi ini merupakan simbol komitmen Lokananta dalam menjaga keberlanjutan ekosistem musik Indonesia.

"Bintang Muda Lokananta Vol. 2 adalah cara Lokananta Records, berkolaborasi dengan PPA dan Danareksa, merawat masa depan musik Indonesia dengan memberi ruang yang layak bagi talenta-talenta baru berbagai daerah untuk terdengar lebih luas. Album ini bukan sekadar dokumentasi program, tetapi menjadi penanda bahwa Lokananta terus bergerak sebagai rumah arsip, ruang temu, sekaligus panggung tumbuh bagi generasi baru musik Indonesia," ujarnya. //Bang

Type above and press Enter to search.