TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Dorong Pelestarian Tradisi dan Edukasi Budaya, Sinuhun PB XIV Hangabehi Resmikan Besalen Keris di Karanganyar

 

Sinuhun PB XIV Hangabehi menandatangani prasasti peresmian Besalen Sana Kridha Brajangga

WARTAJOGLO, Karanganyar – Upaya pelestarian budaya adiluhung Nusantara kembali mendapat dukungan dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi meresmikan besalen keris bernama Sana Kridha Brajangga di Desa Beningsari, Kabupaten Karanganyar, Rabu 17 Juni 2026.

Peresmian tersebut menjadi penanda dimulainya aktivitas besalen yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat produksi keris, tetapi juga ruang edukasi dan pengembangan tradisi perkerisan bagi masyarakat.

Besalen Sana Kridha Brajangga sendiri telah melahirkan sebilah keris pertama yang ditempa saat Jambore Nasional Keris di Pendapa Pagelaran Keraton Surakarta pada Sura Dal 1959 atau tahun 2025.

Dalam sambutannya, Sinuhun PB XIV menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya pelestarian dan pengembangan tradisi sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. 

Menurutnya, keberadaan besalen keris memiliki nilai penting karena tidak hanya menghasilkan karya budaya, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi mendatang.

“Saya berharap, ada harmonisasi antara aktivitas komunitas budaya di sini dengan masyarakat sekitar sini. Begitu pula dengan pemerintah daerah sebagai pengayom, agar kegiatan di sini menciptakan harmoni dan simbiosa. Saling memberi dan saling mendukung, hingga dicapai keselarasan dalam menegakkan nilai moral bangsa,” ujar Sinuhun.

Pemilik besalen, Dayu Handoko, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian tersebut. Ia mengatakan keris pertama hasil karya Besalen Sana Kridha Brajangga bahkan telah dipesan oleh seorang kolektor tosan aji dari Jakarta.

Dayu berharap keris perdana itu sekaligus mendapatkan nama dari Sinuhun PB XIV sebagai bentuk penghormatan dan penanda sejarah berdirinya besalen tersebut.

Dayu yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Pataka Bumi Lawu menjelaskan, nama Sana Kridha Brajangga diberikan langsung oleh Sinuhun. 

Nama tersebut memiliki makna mendalam, yakni sana berarti tempat, kridha berarti aktivitas, dan brajangga berarti keris.

“Artinya tempat beraktivitas memproduksi keris,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan besalen tersebut juga tidak lepas dari arahan Sinuhun saat pelaksanaan Jambore Nasional Keris 2025 di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa Keraton Surakarta.

“Besalen ini kami buat juga atas saran beliau pada Jambore Nasional Keris tahun 2025 di Pendapa Pagelaran Sasana Sumewa. Maka, tidak salah kalau kami berterima kasih kepada beliau,” kata Dayu.

Rangkaian acara peresmian ditutup dengan penyerahan keris produk pertama dari KRA Joko Murdianto Bintoro Adinagoro kepada Sinuhun PB XIV Hangabehi. 

Setelah itu, Sinuhun turut melakukan prosesi penempaan keris baru di dalam bengkel kerja besalen.

Menurut KRA Joko Murdianto yang juga Ketua Pakasa Kota Bekasi, keris yang ditempa dalam kesempatan tersebut merupakan karya Empu Rhoufiq, perajin yang mengelola besalen tersebut.

“Keris Dapur Carita Keprabon dari Sinuhun ini adalah karya Empu Rhoufiq ahli besalen sini,” ujarnya.

Keberadaan Besalen Sana Kridha Brajangga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi tradisi perkerisan, sekaligus memperkuat peran Karanganyar sebagai salah satu wilayah yang ikut menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi masa depan. //Kls

Type above and press Enter to search.