TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Hadirkan Pakar Patologi Klinik, Seminar Nasional HMTLM Indonusa Kupas Tuntas Diagnosis DBD

Himpunan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis (HMTLM) Politeknik Indonusa Surakarta, menggelar Seminar Nasional bertajuk Kolaborasi Patofisiologi dan Teknologi Laboratorium Medis dalam Diagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD)

WARTAJOGLO, Solo – Upaya meningkatkan kompetensi akademik dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kesehatan terus dilakukan Himpunan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis (HMTLM) Politeknik Indonusa Surakarta. 

Salah satunya melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk Kolaborasi Patofisiologi dan Teknologi Laboratorium Medis dalam Diagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD) yang digelar di Ballroom Sabha Kencana, Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis tersebut menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan pemahaman mengenai peran penting tenaga laboratorium.

Hal ini khususnya dalam penanganan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Seminar secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Ir. Suci Purwandari, M.M., Ph.D. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan menuntut tenaga kesehatan memiliki kemampuan yang adaptif terhadap berbagai tantangan di lapangan.

Menurutnya, DBD masih menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian serius karena angka kasusnya yang masih cukup tinggi di berbagai daerah. 

Oleh karena itu, pemahaman mengenai mekanisme penyakit serta perkembangan teknologi diagnosis menjadi bekal penting bagi calon tenaga kesehatan.

"Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori mengenai patofisiologi Demam Berdarah Dengue, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi laboratorium medis yang berperan penting dalam penegakan diagnosis secara cepat, tepat, dan akurat," ujarnya.

Seminar menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh dr. Yumita Azatin Amalia, Sp.PK yang mengulas secara mendalam mengenai patofisiologi DBD serta perkembangan diagnosis klinis penyakit tersebut. 

Sementara materi kedua disampaikan oleh Hendro Prayitno, S.Tr.Kes., M.Sc yang membahas berbagai inovasi teknologi laboratorium medis dalam pemeriksaan dan penegakan diagnosis DBD melalui pendekatan diagnostik modern.

Melalui pemaparan kedua narasumber, peserta mendapatkan wawasan yang komprehensif mulai dari mekanisme perjalanan penyakit, interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium, hingga pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung deteksi dini dan penanganan pasien secara lebih efektif.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi interaktif mewarnai sesi seminar, menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk memahami lebih dalam keterkaitan antara ilmu kedokteran dan teknologi laboratorium medis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi keilmuan yang mempertemukan aspek klinis dan laboratorium, sehingga mahasiswa dapat memahami peran strategis tenaga laboratorium medis dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berbasis bukti ilmiah.

Menariknya, seluruh peserta seminar juga memperoleh sertifikat resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). 

Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan kompetensi akademik maupun profesional mahasiswa di bidang kesehatan. //Her

Type above and press Enter to search.