TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

"Lautan Cinta" Hadirkan Kisah Haru Korban Tsunami Aceh, Para Pemain Ungkap Tantangan Berat Saat Syuting

Para pemain "Lautan Cinta" saat melakukan wawancara secara virtual. Dari kiri ke kanan: Cinta Brian, Chantiq Schagerl, Ratu rafa dan Abidzar Al-Ghifari 

WARTAJOGLO, Jakarta - Mengangkat kisah keluarga yang terpisah akibat tragedi tsunami Aceh 2004, sinetron "Lautan Cinta" menawarkan cerita penuh haru tentang kehilangan, harapan, dan pencarian keluarga yang telah lama terpisah.

Dibintangi Abidzar Al-Ghifari, Cinta Brian, Ratu Rafa, dan Chantiq Schagerl, Lautan Cinta langsung mencuri perhatian penonton SCTV sejak episode perdananya, yang tayang pada Senin 22 Juni 2026. 

Tak hanya karena alur cerita yang menyentuh, tetapi juga akting emosional para pemain yang harus berkutat dengan berbagai adegan penuh tangis dan kesedihan.

Dalam sesi wawancara virtual yang digelar Kamis 25 Juni 2026, para pemain berbagi cerita mengenai karakter yang mereka perankan sekaligus tantangan selama proses syuting.

Cinta Brian yang memerankan Aidan menjelaskan bahwa tokoh yang diperankannya merupakan sosok penyabar dan penurut, tetapi menyimpan banyak luka batin.

“Aidan itu sangat sabar, penurut, tapi sebenarnya dia sad boy banget. Dia selalu berusaha mencari apa yang dia inginkan, tapi kalau ada sesuatu yang bisa membahayakan ibunya, dia memilih mengalah dan enggak berani melangkah lebih jauh,” ujar Cinta Brian.

Sementara itu, Ratu Rafa berperan sebagai Selena, sosok gadis manja yang tumbuh sebagai anak kesayangan keluarga.

“Selena itu manja, anak mami. Dari kecil mungkin sudah terbiasa semua keinginannya dituruti,” kata Ratu.

Berbeda dengan Selena, karakter Jingga yang diperankan Chantiq Schagerl tampil lebih tomboi dan mandiri.

“Jingga itu opposite-nya Selena. Kalau Selena lebih feminin, Jingga justru tomboi dan bukan tipe anak mami,” tutur Chantiq.

Sedangkan Abidzar Al-Ghifari memerankan Satria, pemuda dari keluarga berada yang sebenarnya memiliki masa lalu kelam. 

Satria adalah Alva, kakak Aidan yang hilang saat tsunami dan kemudian diadopsi keluarga lain hingga kehilangan ingatan tentang keluarga kandungnya.

“Satria itu orang yang gentle dan willing to do anything buat orang yang dia cintai,” ujar Abidzar.

Meski cerita yang disuguhkan sarat emosi, para pemain mengaku tantangan terbesar justru datang dari adegan syuting di bawah guyuran hujan.

Abidzar mengenang pengalaman syuting semalaman dalam kondisi cuaca dingin yang cukup ekstrem.

“Menantang banget pas adegan hujan-hujanan. Kita syuting basah-basahan sampai pagi. Waktu itu cuaca Depok dingin banget. Bahkan sebelum syuting kami sampai dibungkus plastik dulu supaya enggak terlalu kedinginan,” kenangnya sambil tertawa.

Tak hanya fisik, tantangan emosional juga dirasakan Cinta Brian. Menurutnya, memerankan karakter yang tumbuh dalam keluarga penuh kehilangan membutuhkan pengendalian perasaan yang tidak mudah.

“Tantangan terbesar itu bagaimana membawa rasa sedihnya sampai ke penonton tanpa terbawa terlalu jauh dalam kehidupan sehari-hari. Karena kalau terlalu dalam, bisa mengganggu kehidupan sosial juga,” ungkapnya.

Ia mengaku sebagian besar adegannya diisi dengan ekspresi kesedihan dan pergulatan batin.

“Di sini aku lebih banyak diam, melihat, dan merasakan. Fokusnya benar-benar ke perasaan. Jadi tantangannya memang lebih ke adegan-adegan sedih,” katanya.

Meski demikian, suasana hangat di lokasi syuting membantu para pemain untuk cepat bangkit setelah menjalani adegan emosional.

“Kalau sudah draining karena adegan sedih, untungnya teman-teman selalu bikin ketawa. Persahabatan kami enggak cuma di depan kamera, tapi juga sampai ke dunia nyata,” ujar Cinta.

Ratu Rafa juga mengakui bahwa beberapa adegan membuat emosinya terbawa hingga setelah proses syuting selesai.

“Kadang suka terbawa sedih. Habis syuting aku bisa diam sendiri. Apalagi kalau adegannya hujan-hujanan dan suasananya memang sedih, jadi ikut kebawa perasaannya,” tuturnya.

Namun suasana haru itu sering kali buyar karena ulah rekan-rekannya di lokasi syuting. 

Salah satunya yang dilakukan Cinta Brian, yang kerap menunjukkan video lucu saat dirinya sedang membangun emosi sebelum adegan.

“Pernah lagi mau nangis, tiba-tiba dia kasih lihat reels lucu. Rasanya pengin aku dorong,” ujar Ratu sambil tertawa.

Cinta pun mengaku sering kali tidak tahan untuk mengganggu teman-temannya demi mencairkan suasana.

Candaan dan keakraban para pemain itulah yang membuat proses syuting Lautan Cinta tetap terasa menyenangkan meski dipenuhi adegan berat dan menguras emosi. //Bang

Type above and press Enter to search.