![]() |
| PT KAI mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi vandalisme pada kereteta api dan berbagai fasilitas penunjangnya |
WARTAJOGLO, Yogyakarta – Meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa liburan sekolah tak hanya berdampak pada lonjakan penumpang kereta api, tetapi juga memunculkan potensi gangguan terhadap keselamatan perjalanan kereta.
Salah satunya adalah aksi vandalisme yang masih menjadi perhatian serius PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
KAI Daop 6 mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan berbagai tindakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api, mulai dari pelemparan kereta, pencoretan fasilitas hingga aktivitas lain yang berpotensi mengganggu operasional perkeretaapian.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan aksi vandalisme bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan penumpangnya.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi vandalisme seperti pelemparan kereta api, pencoretan fasilitas, maupun tindakan lain yang dapat membahayakan perjalanan kereta api dan merugikan banyak pihak,” ujarnya pada Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Feni, masa liburan sekolah Juni-Juli 2026 menjadi periode yang perlu mendapat perhatian bersama.
Selain meningkatnya mobilitas masyarakat, KAI juga mengoperasikan sejumlah perjalanan tambahan guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang melakukan perjalanan selama musim liburan.
Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama.
Selain vandalisme, KAI Daop 6 juga menyoroti masih adanya anak-anak maupun remaja yang bermain di sekitar jalur rel kereta api.
Aktivitas tersebut dinilai sangat berbahaya karena dapat mengancam keselamatan jiwa.
Karena itu, KAI meminta para orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak selama masa liburan sekolah agar tidak menjadikan area rel sebagai lokasi bermain.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk turut mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar jalur rel kereta api. Jalur rel bukan tempat untuk bermain maupun beraktivitas karena sangat berbahaya,” kata Feni.
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pelanggan, KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan sejumlah kereta api tambahan selama periode liburan sekolah.
Kereta tambahan tersebut meliputi KA Batavia relasi Solo Balapan-Gambir, KA Tambahan Yogyakarta-Gambir, serta KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng.
Bersamaan dengan itu, KAI juga memperkuat berbagai aspek operasional, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga pengamanan perjalanan kereta api.
Dengan frekuensi perjalanan yang semakin tinggi, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
KAI Daop 6 juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan perjalanan kereta api dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau berbahaya yang ditemukan di sekitar jalur rel.
Menurut Feni, keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui kepedulian seluruh pihak.
“Jika masyarakat melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan dan berbahaya di sekitar jalur KA agar segera melapor atau memberitahukan kepada petugas terdekat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekecil apa pun tindakan vandalisme dapat menimbulkan dampak besar bagi keselamatan perjalanan kereta api.
Karena itu, momentum liburan sekolah menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan fasilitas perkeretaapian.
Liburan Sekolah Tiba, KAI Soroti Ancaman Vandalisme di Jalur Kereta Api https://t.co/XgFavIYWPU
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 25, 2026
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan upaya kolektif yang harus didukung oleh seluruh pihak dan kalangan. Dengan demikian, perjalanan kereta api akan senantiasa selamat dan aman, khususnya selama masa liburan sekolah ini,” pungkas Feni. //Bang
