WARTAJOGLO, Solo - Tata kelola arsip yang tertib dan sistematis menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung profesionalitas perguruan tinggi.
Untuk memperkuat pengelolaan arsip di lingkungan kampus, UPA Dokumentasi dan Koleksi Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bekerja sama dengan Unit Kearsipan ISI Surakarta menggelar Workshop Penyusunan Daftar Arsip Aktif pada 8–11 Juni 2026.
Kegiatan yang digelar di Ruang Penunjang Pendapa GPH Joyokusumo ISI Surakarta ini merupakan hasil kolaborasi antara UPA Dokumentasi dan Koleksi Seni dengan Unit Kearsipan ISI Surakarta.
Workshop dirancang sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan arsip aktif di lingkungan kampus sekaligus memperkuat pemahaman setiap unit kerja mengenai pentingnya pengelolaan arsip yang sesuai dengan kaidah kearsipan.
Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga bertujuan membantu unit kerja dalam melakukan identifikasi, pengelompokan, hingga penyusunan daftar arsip aktif sebagai bagian dari pengelolaan arsip dinamis yang efektif dan akuntabel.
Pada tahap pertama yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026, kegiatan diawali dengan sambutan Kepala UPA Dokumentasi dan Koleksi Seni ISI Surakarta, Irvan Muhamad Nursyahid, S.Kom., M.M.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa daftar arsip aktif memiliki peran penting sebagai instrumen pengendalian arsip sekaligus fondasi dalam penyelenggaraan kearsipan yang baik.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola arsip di setiap unit kerja sehingga pengelolaan arsip aktif dapat berjalan lebih tertib, mudah ditelusuri, serta mendukung kebutuhan informasi institusi,” ujar Irvan.
Workshop tahap pertama secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pengelolaan arsip merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola perguruan tinggi yang profesional.
Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen administratif yang disimpan, tetapi memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan institusi.
“Pengelolaan arsip yang baik merupakan bagian penting dari tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Arsip tidak hanya berfungsi sebagai bukti kegiatan dan pertanggungjawaban institusi, tetapi juga menjadi sumber informasi yang bernilai bagi pengambilan keputusan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pelestarian memori kelembagaan,” ungkapnya.
Tahap pertama workshop diikuti peserta dari berbagai unit akademik dan penunjang, antara lain Program Pascasarjana, Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), UPA Perpustakaan, UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, serta UPA Ajang Gelar.
Sementara itu, tahap kedua dilaksanakan pada 10–11 Juni 2026 dengan melibatkan unit-unit administratif dan lembaga pendukung institusi.
Peserta berasal dari Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP).
Pembukaan tahap kedua dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISI Surakarta, Dr. Isa Ansari, M.Hum.
Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya pengelolaan arsip dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan perguruan tinggi.
“Pengelolaan arsip yang tertata dengan baik menjadi fondasi penting dalam mendukung akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas penyelenggaraan administrasi perguruan tinggi. Oleh karena itu, penyusunan daftar arsip aktif perlu menjadi perhatian seluruh unit kerja sebagai bagian dari budaya kerja yang profesional,” tegasnya. //Bang
