![]() |
| UNISRI bekali DPL untuk mendampingi para mahasiswa mengikuti KKN |
WARTAJOGLO, Solo – Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 2026.
Persiapan yang dilakukan salah satunya dengan membekali 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pada Senin 22 Juni 2026.
Pembekalan ini dilakukan untuk memastikan para dosen memiliki pemahaman yang sama dalam mendampingi mahasiswa saat menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sragen.
Keberadaan DPL dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan KKN. Selain bertugas mengarahkan mahasiswa, para dosen juga berperan memastikan program kerja yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNISRI, Ir. Saiful Bahri, M.Kom., menyampaikan materi tentang filosofi KKN PPM 2026.
Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui upaya membangun kemandirian desa.
"KKN bukan hanya program yang harus dijalankan untuk memenuhi kewajiban perkuliahan. KKN adalah bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat yang harus mampu mendorong kemandirian desa melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat," ujarnya.
Menurut Saiful Bahri, peran DPL sangat strategis karena menjadi pengarah sekaligus pendamping mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Dosen pembimbing harus mampu memastikan mahasiswa hadir dengan program yang relevan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Program yang dijalankan harus memberi manfaat dan dapat dirasakan masyarakat," katanya.
Pembekalan juga menghadirkan Ketua Pelaksana KKN PPM 2026, Dorothea Ririn I., S.E., M.Si., yang menjelaskan berbagai aspek teknis pelaksanaan KKN.
Mulai dari tata tertib, tema kegiatan, target luaran, penyusunan laporan hingga pelaksanaan Expo KKN yang akan menjadi ajang menampilkan hasil program mahasiswa di desa.
Menurutnya, setiap program yang dijalankan mahasiswa harus memiliki capaian yang jelas dan terukur.
Karena itu, peran DPL sangat diperlukan untuk mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai rencana dan menghasilkan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Sritami Santi, S.IP., M.A., memberikan pemetaan mengenai potensi desa-desa di Kabupaten Sragen.
Informasi tersebut menjadi bekal penting bagi para DPL dalam mengarahkan mahasiswa menyusun program kerja yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
KKN PPM 2026 UNISRI mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen.”
Melalui tema tersebut, mahasiswa didorong untuk menghadirkan solusi dan inovasi yang mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Rencananya, mahasiswa akan diterjunkan ke 11 kecamatan di Kabupaten Sragen, yakni Plupuh, Mondokan, Tanon, Sukodono, Gemolong, Miri, Gesi, Sumberlawang, Tangen, Jenar, dan Kalijambe.
Dengan pembekalan yang telah diberikan kepada 104 DPL, UNISRI optimistis pelaksanaan KKN PPM 2026 dapat berlangsung lebih terarah dan efektif.
Siapkan Pendamping KKN, UNISRI Bekali 104 DPL untuk Wujudkan Pemberdayaan Desa di Sragen https://t.co/93PLUNPSx2
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 22, 2026
Para dosen pendamping diharapkan menjadi jembatan antara mahasiswa dan masyarakat sehingga program-program yang dijalankan tidak hanya selesai selama masa KKN, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa-desa di Sragen. //Sik
