![]() |
| Sabiq Abu bakar Puspo Wardoyo dan Gena Puspo Wardoyo hadir di acara kirab malam 1 Sura Keraton Surakarta |
WARTAJOGLO, Solo – Suasana sakral Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Keraton Surakarta Hadiningrat, Selasa 16 Juli 2026 malam, tak hanya menarik perhatian ribuan masyarakat yang memadati kawasan keraton dan sepanjang rute kirab.
Acara budaya tahunan tersebut juga menjadi magnet bagi generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Jawa.
Di antara para tamu yang hadir tampak putra dan putri pengusaha kuliner nasional Puspo Wardoyo, yakni Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo dan Gena Puspo Wardoyo.
Keduanya hadir untuk menyaksikan secara langsung tradisi yang telah menjadi bagian penting dari warisan budaya Keraton Surakarta.
Kehadiran Abu dan Gena melanjutkan kedekatan keluarga Puspo Wardoyo dengan Keraton Surakarta. Selama ini, pendiri Wong Solo Group tersebut dikenal aktif memberikan dukungan materi dalam berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan keraton.
Bagi Abu, malam itu menjadi pengalaman yang istimewa. Meski sebelumnya pernah berkunjung ke Keraton Surakarta sekitar tiga tahun lalu, namun Kirab Malam 1 Sura menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan prosesi budaya tersebut secara langsung.
“Ini kali kedua saya ke sini. Kalau menyaksikan kirab, baru pertama kali datang menghadiri acara kirab pada kali ini,” ujarnya.
Abu mengaku terkesan dengan besarnya antusiasme masyarakat yang datang untuk menyaksikan kirab.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa budaya Jawa masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat.
“Kesannya luar biasa. Banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam acara kirab, banyak antusiasme warga yang menjaga kelestarian budaya di Kota Solo ini. Jadi bahagia melihat banyak elemen masyarakat yang menjaga dan melestarikan budaya kirab ini,” katanya.
Ia juga mengingat kesan saat pertama kali mengunjungi Keraton Surakarta beberapa tahun lalu. Saat itu dirinya mengaku terkejut melihat kuatnya nuansa budaya Jawa yang masih terjaga hingga sekarang.
“Sempat kaget ya kalau budaya di Kota Solo itu sangat terjaga. Ada poin yang unik yang sebelumnya belum pernah saya lihat. Heritage-nya sangat terasa. Jawanya dapat banget,” ungkapnya.
Sebagai generasi muda, Abu mengaku memiliki ketertarikan terhadap berbagai bentuk kesenian dan warisan budaya.
Tidak hanya tradisi keraton, tetapi juga seni tari, alat musik tradisional, seni lukis, hingga aspek spiritual yang melekat dalam budaya Nusantara.
“Saya juga terhitung orang yang suka kesenian, terutama budaya-budaya seperti pelestarian budaya, termasuk kirab ini. Sebuah adat yang terus dijaga sampai sekarang. Saya merasa terpukau dengan adat yang dijaga turun-temurun dan masih eksis sampai hari ini,” ujarnya.
Salah satu momen yang paling dinantikannya malam itu adalah kemunculan kerbau bule Kyai Slamet yang menjadi cucuk lampah atau pemimpin kirab pusaka Keraton Surakarta.
“Saya penasaran dengan kerbaunya. Saya melihat beberapa video ada kerbau warna putih itu. Saya juga penasaran dan pengennya menunggu sampai keluar,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Abu, tradisi budaya seperti Kirab Malam 1 Sura memiliki nilai penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang mengenal dan mencintai budaya bangsa.
“Harapannya pasti semakin dikenal oleh masyarakat luas, terutama anak-anak muda dan kalangan Gen Z. Makin banyak yang mengenal, makin dijaga kelestarian budayanya. Makin banyak orang yang sadar bahwa ini budaya yang perlu dijaga turun-temurun,” tuturnya.
Selain memiliki nilai budaya, Abu menilai penyelenggaraan kirab juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal.
“Dampaknya luar biasa. UMKM tergerak, perputaran ekonomi juga tergerak dengan adanya malam kirab ini. Dan yang paling penting, masyarakat Kota Solo ingin menjaga budaya ini agar terus lestari di kotanya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Abu bahkan mengaku mulai membayangkan dirinya ikut larut dalam suasana kirab dengan mengenakan pakaian adat Jawa.
“Awalnya saya ingin memakai beskap. Karena ini pertama kali, mungkin di kesempatan berikutnya atau kirab tahun depan saya akan menggunakan pakaian yang sesuai, memakai beskap dan pakaian kirab,” katanya.
Terpukau Budaya Keraton, Putra dan Putri Puspo Wardoyo Hadiri Kirab Malam 1 Sura https://t.co/GJTBB99SfZ
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 17, 2026
Kehadiran Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo dan Gena Puspo Wardoyo di tengah sakralnya Kirab Malam 1 Sura menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap budaya Jawa tidak berhenti pada satu generasi.
Dukungan yang selama ini diberikan Puspo Wardoyo kepada Keraton Surakarta kini tampak mulai diteruskan oleh generasi berikutnya yang memiliki ketertarikan serupa terhadap pelestarian budaya dan tradisi leluhur. //Kls
