TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Benarkah Buah Ceri Aman untuk Penderita Diabetes? Ini Penjelasan Ahli Gizi dan Manfaatnya bagi Kesehatan

 Buah ceri disebut aman untuk penderita diabetes

WARTAJOGLO – Buah ceri identik dengan rasa manis yang menggoda. Tak sedikit orang, terutama penyandang diabetes atau pradiabetes, memilih menghindarinya karena khawatir kandungan gulanya dapat memicu lonjakan kadar gula darah.

Namun anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Sejumlah ahli gizi menyebut buah ceri justru termasuk pilihan buah yang relatif aman dikonsumsi penderita diabetes, selama porsinya diperhatikan dan tidak berlebihan.

Ahli gizi Brittany Poulson, M.D.A., RDN, CDCES menjelaskan bahwa buah ceri memiliki indeks glikemik (IG) rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi.

"Banyak orang berasumsi bahwa buah-buahan yang rasanya manis akan menyebabkan lonjakan gula darah yang besar, tapi ceri sebenarnya dianggap sebagai buah dengan indeks glikemik rendah, sebagian berkat serat, kandungan air, dan senyawa tumbuhan alami yang terkandung di dalamnya," jelas Poulson, seperti dikutip dari Eating Well.

Senada dengan itu, ahli gizi olahraga Val Warner, M.S., RD, CSSD, CPT mengatakan bahwa ceri memberikan rasa manis alami tanpa memicu fluktuasi gula darah setinggi sumber karbohidrat lainnya.

"Anda mendapatkan semua rasa manis dan nutrisi tanpa fluktuasi gula darah yang drastis," ujarnya.

Ceri merupakan buah berukuran kecil yang berasal dari pohon genus Prunus. Buah ini dikenal memiliki dua jenis utama, yakni sweet cherry (ceri manis) yang umumnya dikonsumsi langsung, serta tart cherry (ceri asam) yang lebih sering diolah menjadi jus, selai, atau bahan makanan lainnya.

Selain memiliki rasa yang menyegarkan, ceri juga kaya akan berbagai zat gizi penting. Dalam satu cangkir ceri segar dengan biji terkandung sekitar 22 gram karbohidrat, yang terdiri atas sekitar 18 gram gula alami dan 3 gram serat.

Tak hanya itu, buah berwarna merah mengilap ini juga mengandung berbagai antioksidan, seperti antosianin, polifenol, vitamin C, serta beta-karoten yang berperan melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan antosianin inilah yang memberi warna merah khas pada buah ceri sekaligus dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Menurut ahli gizi Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN, kandungan serat dan polifenol alami pada buah ceri membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa di dalam tubuh.

Dengan demikian, peningkatan kadar gula darah setelah makan terjadi secara lebih bertahap.

Sementara itu, Warner menjelaskan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan antosianin dalam buah ceri berpotensi membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus mengurangi peradangan.

Kedua faktor tersebut memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengontrol kadar gula darah secara lebih baik.

Selain membantu menjaga kadar gula darah, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam buah ceri berpotensi memberikan manfaat lain bagi kesehatan.

Beberapa di antaranya adalah membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi stres oksidatif, menekan peradangan dalam tubuh, hingga membantu pemulihan otot setelah berolahraga.

Khusus pada jenis tart cherry, sejumlah penelitian bahkan mengaitkannya dengan kualitas tidur yang lebih baik karena mengandung melatonin alami dalam jumlah kecil.

Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif agar hasilnya lebih optimal.

Meski tergolong aman, para ahli mengingatkan bahwa konsumsi buah ceri tetap harus dibatasi sesuai kebutuhan.

Michelle Routhenstein menyarankan konsumsi sekitar setengah hingga satu cangkir dalam sekali makan agar beban karbohidrat tetap terkendali.

"Batasi porsi antara setengah hingga satu cangkir untuk menjaga beban karbohidrat tetap rendah," katanya.

Warner menambahkan bahwa konsumsi berlebihan tetap berpotensi meningkatkan asupan gula meskipun ceri memiliki indeks glikemik rendah.

"Lebih dari itu, beban gula mulai bertambah, bahkan dengan buah yang memiliki indeks glikemik rendah," ujarnya.

Para ahli juga menyarankan agar memilih buah ceri utuh, baik segar maupun beku, dibandingkan jus ceri atau ceri kering yang umumnya mengandung gula lebih tinggi dan serat lebih rendah.

Buah utuh memberikan rasa kenyang lebih lama karena kandungan seratnya masih terjaga, sekaligus memiliki beban karbohidrat yang lebih rendah dibandingkan jus.

Agar manfaatnya semakin optimal, Brittany Poulson merekomendasikan mengonsumsi ceri bersama sumber protein dan lemak sehat, seperti yogurt Yunani tanpa pemanis, keju, atau kacang-kacangan.

Kombinasi tersebut dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah sehingga kadar glukosa lebih stabil setelah makan.

Dengan kandungan nutrisi yang kaya, indeks glikemik rendah, serta beragam senyawa antioksidan, buah ceri dapat menjadi salah satu pilihan camilan sehat bagi penderita pradiabetes maupun diabetes. 

Kuncinya tetap sama, yakni memilih buah utuh, mengatur porsi, dan mengimbanginya dengan pola makan sehat serta aktivitas fisik yang cukup. //Bbs

Type above and press Enter to search.