![]() |
| Keraton Surakarta Hadiningrat menggelar hajad dalem wilujengan di petilasan Kahyangan Dlepih |
WARTAJOGLO, Wonogiri – Di tengah heningnya alam yang dipercaya menyimpan jejak sejarah Mataram Islam, prosesi Hajad Dalem Wilujengan Petilasan Kahyangan Tahun Be 1960/2026 M kembali digelar oleh Keraton Surakarta hadiningrat sebagai bagian dari tradisi tahunan setiap Bulan Suro.
Ritual digelar pada Sabtu 11 Juli 2026 dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas keluarga Keraton, Sentono Dalem, Abdi Dalem, hingga tokoh adat.
Tradisi tahunan ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan menjadi wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus ikhtiar spiritual memohon keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Hadir dalam upacara tersebut di antaranya GKR Prameswari PB XIII, GKR Alit, KGPH Adipati Dipokusumo, para Sentono Dalem, Juru Kunci Petilasan Kahyangan Warto, serta jajaran Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Rangkaian prosesi diawali dengan kedatangan utusan Keraton bersama para Abdi Dalem yang mempersiapkan seluruh kebutuhan ritual.
Setelah semuanya siap, GKR Prameswari PB XIII beserta keluarga inti Keraton tiba di lokasi transit sebelum menuju Petilasan Watu Payung untuk melaksanakan Ritual Wilujengan.
Suasana berlangsung khidmat ketika doa-doa dipanjatkan di situs yang dipercaya memiliki nilai historis dan spiritual tinggi bagi Keraton Surakarta.
Di tempat tersebut, tradisi Jawa yang sarat makna kembali dihidupkan sebagai simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Usai prosesi utama di Watu Payung, keluarga inti Keraton kembali menuju Surakarta. Namun rangkaian upacara belum berakhir.
Para utusan Keraton dan Abdi Dalem melanjutkan ritual Larung Sesaji di Petilasan Watu Kambang sebagai penutup rangkaian Hajad Dalem Wilujengan.
Larung sesaji menjadi simbol penyerahan doa dan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam yang selama berabad-abad menjadi bagian tak terpisahkan dari filosofi kehidupan masyarakat Jawa.
Petilasan Kahyangan Dlepih sendiri merupakan salah satu situs budaya yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Karena itu, Hajad Dalem Wilujengan yang digelar setiap Bulan Suro terus dipertahankan sebagai upaya menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa, di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi ruang spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Keraton, masyarakat, dan para pelestari adat agar warisan budaya tetap hidup dan dikenali oleh generasi muda.
Agar seluruh prosesi berlangsung aman dan tertib, personel Polsek Tirtomoyo bersama Koramil 07 Tirtomoyo melaksanakan pengamanan serta monitoring di lokasi di bawah pengawasan langsung Kapolsek Tirtomoyo IPTU Yuni Tri Suwarno Putra.
Pengamanan difokuskan pada kelancaran jalannya ritual, pengaturan aktivitas masyarakat, hingga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari warisan bangsa.
Rawat Tradisi Leluhur, Keraton Surakarta Hadiningrat Gelar Hajad Dalem Wilujengan di Kahyangan Dlepih https://t.co/IxAhuG9ELG
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) July 11, 2026
"Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri agar kegiatan adat dan budaya dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas sehingga tradisi yang menjadi warisan budaya ini dapat terus dilestarikan dan dinikmati oleh generasi mendatang," ujarnya. //Her
