![]() |
| UMKM Solo Raya Catat Omzet Rp3,5 Miliar di KKI 2026 |
WARTAJOGLO, Jakarta - Ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali menjadi panggung besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menunjukkan daya saing produk lokal.
Tidak hanya menjadi ruang promosi, gelaran tahunan Bank Indonesia tersebut juga membuka jalan bagi UMKM untuk memperluas pasar, memperkuat jejaring bisnis, hingga mendapatkan akses pembiayaan.
Digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, KKI 2026 memasuki penyelenggaraan ke-11 dengan mengusung semangat “Beudaya Meusare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama.
Sebanyak 560 UMKM mengikuti pameran secara luring, sementara lebih dari 1.300 UMKM turut ambil bagian melalui pameran daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, KKI mencatat capaian transaksi yang cukup menggembirakan. Secara nasional, total omzet penjualan dan business matching mencapai Rp144,2 miliar atau meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, business matching ekspor membukukan nilai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 31 buyer dari 16 negara.
Tidak hanya itu, akses pembiayaan bagi UMKM juga mengalami pertumbuhan signifikan. Business matching pembiayaan mencatat nilai Rp285 miliar atau tumbuh 30,3 persen secara tahunan.
Kesempatan tersebut turut dimanfaatkan oleh UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo.
Sebanyak 28 UMKM asal Solo Raya ikut ambil bagian dalam KKI 2026 dengan membawa beragam produk unggulan, mulai dari fesyen, wastra, hingga produk kreatif khas daerah.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya sebatas mengikuti pameran, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan UMKM dengan calon mitra bisnis melalui fasilitasi business matching yang dilakukan KPw BI Solo.
Melalui kegiatan itu, para pelaku UMKM mendapatkan peluang memperluas akses pasar, menjalin kerja sama baru, serta memperkuat jaringan usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Hingga berakhirnya pelaksanaan KKI 2026, UMKM binaan KPw BI Solo berhasil mencatatkan total omzet sebesar Rp3.518.542.500.
Tiga UMKM Solo Raya dengan capaian omzet terbesar dalam ajang tersebut adalah Batik Dwihadi (Surakarta), Bendoro Batik (Surakarta), dan Batik Widayati (Surakarta).
Capaian itu menjadi bukti bahwa produk kreatif asal Solo Raya memiliki daya tarik kuat dan mampu bersaing ketika mendapat ruang promosi di tingkat nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, menyampaikan bahwa partisipasi UMKM Solo Raya dalam KKI merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan naik kelas.
“KKI memberikan ruang yang luas bagi UMKM Solo Raya untuk membawa produk lokal ke panggung nasional. Capaian omzet menjadi salah satu indikator keberhasilan, namun yang tidak kalah penting adalah terbukanya akses terhadap pasar, jejaring usaha, pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja sama baru bagi UMKM,” ujar Dwiyanto.
Menurutnya, keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya diukur dari transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga dari keberlanjutan hubungan bisnis yang terbentuk setelah kegiatan selesai.
“Kami berharap setelah KKI selesai, manfaat yang diperoleh UMKM tetap berlanjut, bukan hanya berupa omzet selama pameran, tetapi juga buyer baru, mitra baru, perluasan pasar, dan peningkatan kapasitas usaha. Inilah yang kami harapkan dari proses pembinaan UMKM Bank Indonesia secara berkelanjutan,” jelasnya.
UMKM Solo Raya Catat Omzet Rp3,5 Miliar di KKI 2026, Produk Lokal Tembus Panggung Nasional https://t.co/t8gOgUTEBY
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) August 25, 2026
KKI 2026 sendiri dirancang sebagai platform pengembangan ekosistem UMKM melalui berbagai program penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi.
Beragam kegiatan digelar dalam rangkaian acara tersebut, mulai dari business matching, showcase UMKM unggulan, pagelaran karya kreatif wastra, hingga talkshow yang menghadirkan berbagai perspektif tentang pengembangan usaha. //Sik
.jpg)