TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Bukan Cuma Ngopi, Loma Coffee & Kitchen Bawa Gaya Hidup Baru di Kota Solo

Pemotongan pita menandai grand opening Loma Coffee & Kitchen

WARTAJOGLO, Solo – Coffee shop kini bukan lagi sekadar tempat untuk membeli secangkir kopi. 

Di tengah gaya hidup urban yang semakin dinamis, kedai kopi telah berubah menjadi ruang multifungsi seperti tempat sarapan, bekerja, bertemu teman, berolahraga, hingga sekadar mencari jeda dari rutinitas.

Tren itulah yang coba ditangkap Loma Coffee & Kitchen. Resmi dibuka di Jalan Jaya Wijaya Mojosongo, Solo, Jumat 11 September 2026, Loma hadir dengan konsep yang memadukan kopi, kuliner, ruang kerja, hingga aktivitas kebugaran dalam satu tempat.

Grand opening ditandai pemotongan pita oleh Owner Loma Coffee & Kitchen, Mutia Nurvita, bersama Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. 

Bukan seremoni biasa, pembukaan Loma juga diwarnai aktivitas mat Pilates yang diikuti Astrid bersama para tamu undangan di bawah instruktur Vyne Pilates.

Pilihan tersebut seolah menjadi penegasan bahwa Loma ingin bermain di wilayah yang lebih luas dari sekadar bisnis kopi, yakni lifestyle.

Pemilihan Mojosongo sebagai lokasi pun bukan tanpa alasan. Mutia melihat kawasan tersebut memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sejak pagi, terutama di sepanjang Jalan Jayawijaya.

Di tengah kondisi itu, Loma menawarkan sesuatu yang masih relatif jarang ditemukan pada coffee shop lain yakni sarapan lengkap.

Ada bubur, menu nasi, pastry, roti, camilan hingga dessert. Untuk kopi, salah satu racikan unggulannya adalah Reserve No. 1, dengan komposisi khusus yang menjadi identitas Loma.

“Loma memang sengaja kami hadirkan di Mojosongo. Kami ingin masyarakat sekitar punya tempat yang nyaman untuk menikmati kopi, makanan, sekaligus beraktivitas,” ujar Mutia.

Konsep tersebut membuat Loma tidak hanya relevan untuk mereka yang datang selepas jam kerja. 

Sejak pukul 07.00, pengunjung sudah bisa memulai hari dengan sarapan dan kopi, kemudian melanjutkan pekerjaan di ruang yang dilengkapi Wi-Fi serta fasilitas lainnya.

Menjelang siang, tempat ini bisa berubah menjadi ruang pertemuan informal. Sore menjadi tempat nongkrong, sementara malam hari menawarkan suasana untuk bersantai hingga tengah malam.

Menariknya, gaya hidup yang ditawarkan Loma tidak berhenti pada kuliner.

Sebab aktivitas Pilates yang digelar bersamaan dengan grand opening awalnya dirancang sebagai agenda privat. 

Namun tingginya antusiasme membuat kegiatan tersebut berpeluang digelar kembali secara rutin dan terbuka untuk masyarakat.

Bahkan, Loma juga menyiapkan agenda fun run pada Minggu 13 September 2026 yang terbuka untuk publik.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani pun mengapresiasi keberadaan tempat ini.

Menurutnya, kombinasi antara bisnis kuliner dan aktivitas kebugaran seperti ini merupakan perkembangan yang positif, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup tidak lagi hanya berpusat di tengah kota.

“Ini bukan hanya tentang membuka tempat usaha, tetapi juga bagaimana menciptakan lifestyle yang positif. Kita bisa menjaga produktivitas dan kesehatan sekaligus menikmati kopi dan kuliner,” ujar Astrid.

Loma memang membidik generasi Z sebagai pasar utama. Namun konsepnya dibuat cukup inklusif untuk milenial maupun generasi yang lebih senior.

Area outdoor disiapkan untuk mereka yang menyukai suasana terbuka, sedangkan area indoor dirancang lebih nyaman untuk bekerja atau melakukan aktivitas produktif.

Di sinilah tren coffee shop kekinian menemukan bentuk barunya.

Nongkrong tidak lagi identik dengan menghabiskan waktu. Nongkrong kini bisa tetap produktif.

Seseorang bisa datang untuk sarapan, membuka laptop, menyelesaikan pekerjaan, bertemu kolega, lalu mengikuti aktivitas olahraga tanpa harus berpindah tempat.

Untuk menyambut pembukaan, Loma menawarkan promo Buy 1 Get 1 dengan pilihan kombinasi kopi dan bubur. Selama tiga hari pertama, seluruh menu juga mendapatkan potongan harga 20 persen. //Sik

Type above and press Enter to search.