WARTAJOGLO, Sragen – Belajar tidak selalu harus dengan buku dan papan tulis. Bagi anak usia dini, lingkungan sekitar justru bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus efektif untuk menanamkan berbagai nilai positif.
Semangat itulah yang dibawa Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Yang diwujudkan melalui program “Penguatan Karakter Anak Usia Dini melalui Mural Edukatif Interaktif Berbasis Pembelajaran Aktif” di Raudhatul Athfal (RA) Bustanul Anwar, Ngampunan RT 23 RW 6, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Sabtu 12 September 2026.
Dipimpin dosen Program Studi Desain Interior ISI Surakarta, Faricha Rizqi, M.Pd., kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan media pembelajaran yang memadukan seni, desain, dan kebutuhan pendidikan anak usia dini.
Program ini didukung pendanaan DIPA ISI Surakarta Tahun Anggaran 2026.
Yang menarik, kontribusi tersebut tidak sekadar diwujudkan dalam bentuk kegiatan pembelajaran, tetapi juga melalui perubahan visual lingkungan sekolah.
Tim PKM ISI Surakarta menghadirkan mural edukatif bertema “Aku Anak Berkarakter!” yang dirancang sebagai media belajar sekaligus ruang interaksi bagi anak.
Mural tersebut memvisualisasikan delapan nilai karakter yang ingin dikenalkan kepada anak, yakni religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat.
Nilai-nilai tersebut diterjemahkan dalam visual yang dekat dengan dunia anak dan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, gambar yang hadir di dinding sekolah tidak berhenti sebagai dekorasi, melainkan dapat menjadi pemantik anak untuk mengamati, bercerita, berdiskusi hingga mengenali berbagai perilaku positif.
Konsep pembelajaran aktif semakin diperkuat dengan kehadiran magnetic wall. Media interaktif tersebut memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses belajar melalui aktivitas memilih, mencocokkan, mengelompokkan hingga menyusun berbagai elemen pembelajaran.
Pendekatan tersebut membuat anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut terlibat secara fisik maupun mental dalam proses pembelajaran.
Melalui aktivitas sederhana tersebut, guru juga memiliki ruang yang lebih luas untuk mengajak anak berbicara mengenai nilai-nilai karakter yang ada dalam kehidupan mereka.
Kepala RA Bustanul Anwar, Gayuh Eka Dhamasti, S.Hum., menyambut positif kehadiran media pembelajaran yang dikembangkan tim PKM ISI Surakarta tersebut.
Menurutnya, keberadaan mural membuat lingkungan sekolah menjadi lebih menarik. Di sisi lain, visual yang ditampilkan juga membantu guru mengenalkan nilai-nilai karakter kepada anak melalui sesuatu yang dekat dengan keseharian mereka.
“Mural ini sangat membantu karena anak-anak tidak hanya melihat gambar sebagai hiasan, tetapi juga bisa diajak mengenali dan membicarakan perilaku-perilaku baik yang ada di sekitar mereka. Lingkungan sekolah menjadi lebih menarik dan mendukung kegiatan pembelajaran,” ujar Gayuh.
Dalam pelaksanaannya, program PKM tersebut mencakup sejumlah tahapan, mulai dari pembuatan sketsa, proses pewarnaan hingga penyelesaian visual mural. Tim juga melakukan pemasangan magnetic wall dengan melibatkan pihak sekolah.
Mural Edukatif ISI Surakarta, Perkuat Karakter Anak Usia Dini di Sragen https://t.co/zH7Cp61lo7
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) September 14, 2026
Keterlibatan guru menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebab, media yang telah dibuat diharapkan tidak berhenti digunakan setelah kegiatan PKM selesai, tetapi dapat menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, seni dan desain ditempatkan bukan hanya sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pendidikan. //Bang
