TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Comeback Setelah 13 Tahun, Rio Dewanto Siap Mengaduk Emosi di “Jejak Duka Diandra”

Rio Dewanto dan Michelle Ziudith dalam wawancara eksklusif secara virtual tentang sinetron "Jejak Duka Diandra"

WARTAJOGLO, Jakarta - Setelah sekitar 13 tahun absen dari dunia sinetron, Rio Dewanto akhirnya kembali menghiasi layar televisi di "Jejak Duka Diandra", sinetron terbaru SCTV yang tayang setiap hari pukul 21.30 WIB. 

Bagi banyak penonton, ini bukan sekadar comeback, melainkan momentum emosional dari seorang aktor yang telah lama merindukan koneksi langsung dengan pemirsa televisi.

Dalam wawancara eksklusif secara virtual pada Kamis, 8 Januari 2026, Rio membuka kisah di balik keputusannya kembali ke sinetron.

 “Saya tumbuh besar di SCTV,” ujarnya. “Dulu banyak banget sinetron dan FTV yang saya jalani di sini. Banyak fans yang DM ke saya bilang, ‘Kak, kapan main di TV lagi?’ Sudah lama banget nggak muncul.” 

Dalam Jejak Duka Diandra, Rio memerankan Dimitri, seorang pria mapan dari keluarga kaya yang tengah menghadapi konflik batin mendalam. 

Perannya penuh liku, memperlihatkan bagaimana luka masa lalu, rasa bersalah, dan penyesalan membentuk kehidupan seseorang.

Rio menggambarkan Dimitri sebagai sosok yang hidup dalam dua penjara sekaligus, bukan hanya penjara fisik, tapi juga penjara perasaan dan masa lalunya sendiri. 

Eksplorasi emosi yang menuntut kedalaman ini membuat proses syuting sering kali terasa berat secara psikologis. Bahkan, Rio mengaku emosi Dimitri sering terbawa keluar dari set syuting.

“Kadang setelah kamera dimatikan, saya masih kebawa emosinya. Itu rasanya tidak enak banget,” katanya jujur.

Namun bagi Rio, tantangan terbesar peran ini bukan hanya adegan emosional, melainkan menjaga Dimitri tetap terlihat manusiawi tidak sekadar menjadi sosok yang salah.

“Dimitri bukan orang jahat. Dia manusia yang salah langkah,” ungkap Rio.

Selain Rio, ada sosok Michelle Ziudith yang tampil sebagai Diandra, sosok perempuan yang memilih bertahan dalam hubungan menyakitkan karena cinta dan rasa tanggung jawab. 

Michelle menggambarkan perannya sebagai ujian emosional yang menuntut ketenangan batin, karena Diandra banyak memendam perasaan dan konflik batinnya jarang meledak.

“Capek secara emosional. Diandra itu banyak memendam. Dia bukan tipe yang meledak-ledak, tapi itu yang bikin berat saat dimainkan,” kata Michelle.

Menurut Michelle, sinetron ini memiliki nuansa berbeda dari drama kebanyakan. Konflik cerita tidak hitam-putih, namun berlapis emosi dan latar belakang karakter yang kuat.

“Ini cerita tentang luka dan konsekuensi pilihan hidup. Tidak ada yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah.”

Lalu ada juga Baiti Syaghaf yang berperan sebagai Yunita. Dia juga mengungkap tantangan emosional dalam memerankan karakter yang kompleks ini. 

Yunita kerap memancing emosi penonton karena obsesi dan konfliknya yang intens.

“Capek secara emosi, karena Yunita bukan karakter yang sederhana. Banyak penonton yang kesal, tapi buat aku itu justru tanda bahwa mereka masuk ke ceritanya,” ujarnya.

Ia meminta penonton bersabar mengikuti alur cerita, karena perkembangan karakter Yunita ke depan akan membuka sisi lain yang mungkin mengubah cara pandang terhadap dirinya.

Setelah 13 tahun meninggalkan sinetron, Rio merasakan perbedaan paling signifikan adalah interaksi dengan penonton melalui media sosial. 

Saat ini, aktor dan pemeran lainnya bisa langsung mendengar respons dan apresiasi dari pemirsa secara real-time, fenomena yang tidak ada ketika Rio terakhir bermain sinetron lebih dari satu dekade lalu.

“Sekarang media sosial kencang banget. Kita bisa dengar keluh kesah penonton, saran, dan apresiasi mereka secara langsung,” ujarnya.

Dengan cerita yang berlapis, karakter yang kompleks, serta hubungan yang tidak monoton, "Jejak Duka Diandra" berhasil menjadi ajang yang pas bagi Rio Dewanto untuk membuktikan bahwa ia tak hanya kembali ke sinetron, tetapi kembali dengan pengaruh yang kuat. 

Sinetron ini tidak hanya soal konflik dan romansa, tetapi juga tentang pilihan hidup, penyesalan, dan bagaimana manusia berjuang dengan batinnya sendiri. //Bang

Type above and press Enter to search.