![]() |
| Hanis Beti Margawati, salah satu peserta lomba dari Karanganyar sedang tampil di atas panggung |
WARTAJOGLO, Solo - Alunan musik religi mengalun dari panggung kecil lomba menyanyi, yang berdiri di tengah kawasan sentra kuliner Keprabon, pada Minggu 8 Maret 2026.
Perhelatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kampung Ramadan Prabu Sangaji (Keprabon Suka Mengaji) yang digelar untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan di salah satu sudut Kota Surakarta itu.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh tokoh kuliner nasional asal Solo, Puspo Wardoyo, yang juga pemilik destinasi wisata keluarga Kalipepe Land.
Berbeda dengan kebanyakan lomba menyanyi yang identik dengan peserta muda, kompetisi di Keprabon ini justru menjadi panggung bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun.
Ketua Panitia Acara, Eko Budi Utomo atau yang akrab disapa Gibas, mengungkapkan bahwa konsep tersebut sengaja dipilih untuk memberikan ruang bagi para senior agar tetap bisa menyalurkan bakat seni mereka.
“Untuk lomba nyanyinya, kita mengambil peserta untuk usia 35 tahun ke atas. Jadi para sesepuh-sesepuh, senior-senior,” ujar Gibas di sela-sela kegiatan.
Meski diikuti oleh para senior, suasana kompetisi tetap berlangsung meriah dan penuh semangat.
Para peserta datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Solo Raya, tetapi juga dari sejumlah kota di Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Semarang, Purwodadi, Kudus, hingga Kendal.
Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang lomba. Juara pertama berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp700.000, sementara juara kedua memperoleh Rp500.000, dan juara ketiga Rp400.000.
Selain tiga juara utama, panitia juga memberikan uang pembinaan bagi juara harapan 1, 2, dan 3, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan penampilan para peserta.
Lomba menyanyi religi yang digelar pada 8 Maret ini hanyalah salah satu dari rangkaian kegiatan Kampung Ramadan Prabu Sangaji.
Pada 15 Maret mendatang, panitia juga akan menggelar Drum Competition untuk kategori anak-anak usia 7 hingga 15 tahun.
Menurut Gibas, tujuan utama penyelenggaraan acara ini bukan sekadar hiburan Ramadan, melainkan juga untuk mendorong geliat ekonomi lokal, khususnya sektor kuliner yang menjadi ikon kawasan Ngarsopuro.
Kalipepe Land Beri Dukungan untuk Lomba Nyanyi Religi di Kampung Ramadan Prabu Sangaji https://t.co/wXSbiMouT8
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) March 8, 2026
“Kita mengadakan acara ini untuk menyemarakkan kulinernya. Supaya kulinernya dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Surakarta,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat Solo terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung. Area Sentra Kuliner Keprabon cukup ramai oleh pengunjung.
Mereka tidak hanya menikmati sajian berbuka puasa, tetapi juga memberikan dukungan kepada para peserta yang tampil membawakan lagu-lagu religi dengan penuh penghayatan. //Sik
