TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Angkat Tema Silk Road dalam Perspektif Modern, Mahasiswa DKV ISI Solo Tembus Pameran Internasional di China

Nauril Ni’mah, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta menunjukkan karya ciptaannya

WARTAJOGLO, Solo - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. 

Nauril Ni’mah, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta semester IV, berhasil menembus ajang pameran internasional di China melalui karya posternya yang berjudul "Holding the Silk Road".

Karya berukuran 70 cm x 100 cm tersebut lolos kurasi dan dipamerkan dalam ajang bergengsi Vanguard Rising: Silk Road New Visions – Asian Vanguard Art & Design Exhibition 2026, yang digelar di Yiwu Ximen Old Street, Yiwu, China, mulai 25 Maret 2026. 

Pameran ini mengusung tema Yiwu + Your Home Country dan diikuti desainer dari berbagai negara seperti China, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Iran, Irak, Mesir, Rusia, Polandia, Ukraina, Taiwan, dan Hong Kong.

Dalam keterangannya, Nauril Ni’mah mengungkapkan bahwa karya tersebut dibuat dalam waktu sekitar satu minggu, melalui proses yang cukup intens mulai dari riset konsep, pembuatan sketsa, konsultasi dengan dosen pembimbing, hingga tahap finalisasi desain.

“Tema karya poster dengan teknik digital imaging ini menampilkan pertukaran budaya dan koneksi global melalui Silk Road dalam perspektif visual modern,” ungkap Nauril.

Ia menjelaskan, ide awal karyanya berangkat dari makna historis Jalur Sutra sebagai penghubung antar budaya lintas negara.

“Untuk proses awal bikin karyanya berawal dari konsep Silk Road sebagai jalur penghubung antar budaya, saya ingin visualisasikan bagaimana pertukaran budaya itu masih relevan sampai sekarang, tapi dengan pendekatan visual yang lebih modern dan sesuai dengan kondisi global saat ini,” jelasnya.

Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga bagi Nauril, terlebih ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti ajang internasional. Ia mengaku sempat terkejut sekaligus bahagia bisa kembali lolos tahap kurasi.

“Saya cukup kaget tapi juga senang, karena ini pengalaman kedua mengikuti event internasional dan bisa lolos kurasi. Semoga ke depan bisa terus berkembang, ikut lebih banyak pameran internasional, dan karya-karya saya bisa punya dampak serta dikenal lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing Basnendar Herry Prilosadoso turut mengungkapkan rasa bangganya atas capaian mahasiswa bimbingannya tersebut. 

Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas karya, baik dari sisi visual maupun kekuatan pesan yang disampaikan.

“Sebagai dosen pembimbing, saya tentu bangga dengan pencapaian ini. Harapannya ke depan mahasiswa dapat terus meningkatkan kualitas karya, baik dari aspek visual maupun konten pesan dalam poster, serta aktif mengikuti pameran di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Keikutsertaan Nauril Ni’mah dalam pameran internasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga turut mengharumkan nama ISI Surakarta di kancah global, sekaligus menunjukkan bahwa karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan mendapat apresiasi di tingkat dunia. //Bang

Type above and press Enter to search.