![]() |
| Peresmian Gerai CERDAS PeKA di Kampus UNS |
WARTAJOGLO, Solo — Perkembangan transaksi digital di Indonesia terus menunjukkan tren yang kian pesat, didorong oleh dominasi generasi muda dalam struktur demografi nasional.
Data mencatat, Generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen, disusul generasi milenial sebanyak 69,9 juta jiwa atau 25,87 persen.
Kedua kelompok ini menjadi motor utama dalam pertumbuhan ekosistem keuangan digital di Tanah Air.
Melihat potensi sekaligus tantangan tersebut, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan meresmikan Gerai Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia Peduli, Kenali, Adukan (CERDAS PeKA) di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 10 April 2026.
Kehadiran Gerai CERDAS PeKA menjadi ruang edukasi yang dirancang khusus untuk mahasiswa dalam memahami pentingnya pelindungan konsumen di era digital.
Mulai dari menjaga keamanan data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan, hingga mengambil langkah cepat dan tepat saat menghadapi risiko dalam transaksi digital.
Peresmian ini merupakan bagian dari kampanye nasional Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK), sebuah inisiatif kolaboratif antara regulator, pelaku industri, asosiasi, dan institusi pendidikan untuk memperkuat edukasi serta pelindungan konsumen secara berkelanjutan.
Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Anton Daryono, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam ekosistem digital saat ini.
“Kami melihat generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis sebagai digital native yang tidak hanya aktif menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungannya. Dengan pendekatan kolaboratif ini, kami ingin mendorong terbentuknya perilaku transaksi digital yang aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Senada dengan itu, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) yang turut terlibat dalam peluncuran ini menilai kampus sebagai kanal strategis dalam memperluas jangkauan edukasi.
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menyebutkan bahwa jumlah mahasiswa di Indonesia yang mencapai 9,9 juta orang di lebih dari 4.000 perguruan tinggi menjadi peluang besar untuk memperkuat literasi keuangan secara masif.
“Sebagai asosiasi yang menaungi penyelenggara fintech di Indonesia, AFTECH berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif BI dalam meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen. Gerai CERDAS PeKA menjadi platform konkret kolaborasi antara regulator, industri, dan akademisi untuk memastikan generasi muda memahami risiko dan hak mereka sebagai konsumen,” ungkap Firlie.
Di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, tantangan kini tidak lagi sebatas akses, melainkan bagaimana memastikan keamanan dalam setiap transaksi.
Generasi Z yang sangat aktif di ruang digital dinilai rentan terhadap berbagai modus penipuan dan penyalahgunaan data.
Chief of Legal and Compliance DANA, Dina Artarini, menekankan pentingnya keseimbangan antara adopsi teknologi dan pemahaman pengguna.
“Pertumbuhan transaksi digital yang pesat perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat dari pengguna, terutama terkait keamanan dan perlindungan diri. Data SNLIK 2025 menunjukkan literasi keuangan nasional masih berada di angka 66,46 persen, lebih rendah dibanding inklusi keuangan yang mencapai 80,51 persen. Ini menunjukkan bahwa perluasan akses harus diiringi dengan penguatan pemahaman masyarakat,” jelasnya.
Gerai CERDAS PeKA Hadir di UNS, Perkuat Literasi dan Keamanan Transaksi Digital Generasi Muda https://t.co/52AB6iztzK
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 10, 2026
Gerai CERDAS PeKA sendiri dirancang sebagai platform edukasi berbasis hybrid, menggabungkan kegiatan offline dan online.
Mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pelindungan konsumen, mengikuti kampanye digital, hingga terlibat dalam beragam aktivitas seperti seminar keamanan transaksi, social media challenge, kompetisi inovasi, serta diskusi interaktif bersama pelaku industri. //Kls
