![]() |
| Jajaran Dewan Komisaris PT Adira Finance |
WARTAJOGLO, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance memutuskan membagikan dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 6 April 2026.
Keputusan ini menjadi salah satu sorotan utama, sekaligus mencerminkan kinerja positif perusahaan sepanjang tahun lalu.
Dalam hasil RUPST tersebut, Adira Finance menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp772,4 miliar yang dijadwalkan akan dibayarkan pada 30 April 2026.
Sementara itu, sekitar 1 persen dari laba bersih disisihkan sebagai dana cadangan umum sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan.
Tak hanya soal pembagian laba, rapat juga mengesahkan Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan perusahaan tahun buku 2025 yang telah diaudit.
Selain itu, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris turut disetujui sebagai bentuk akuntabilitas perusahaan kepada para pemegang saham.
Dalam agenda lainnya, Adira Finance menunjuk Liana Lim sebagai Akuntan Publik bersama Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan yang merupakan bagian dari jaringan Deloitte Southeast Asia Limited untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Perubahan juga terjadi di jajaran Dewan Komisaris. Perusahaan menyetujui berakhirnya masa jabatan Daisuke Ejima sebagai Komisaris Utama dan Honggo Widjojo Kangmasto sebagai Komisaris. Manajemen menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama menjabat.
Sebagai penggantinya, Adira Finance mengangkat Nobuya Kawasaki sebagai Komisaris Utama serta Theresia Adriana Widjaja sebagai Komisaris, yang efektif setelah lolos uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tak hanya itu, perubahan juga menyentuh jajaran direksi. RUPST menyetujui pengangkatan Swandajani Gunadi dan Niko Kurniawan Bonggowarsito sebagai Wakil Direktur Utama, serta Takanori Mizuno sebagai Direktur.
Saat ini, kepemimpinan perusahaan berada di bawah Direktur Utama I Dewa Made Susila, bersama jajaran direksi lainnya yang akan melanjutkan strategi bisnis perusahaan.
Sebagai informasi, Adira Finance yang berdiri sejak 1990 awalnya berfokus pada pembiayaan mobil sebelum merambah pembiayaan sepeda motor pada 1997.
Kini, perusahaan menjadi bagian dari grup keuangan global Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) melalui PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan kepemilikan saham mayoritas.
RUPST Adira Finance, dari Bagi-Bagi Dividen hingga Rombak Struktur Manajemen https://t.co/EtmcXAvWeU
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) April 7, 2026
Dengan keputusan pembagian dividen yang signifikan serta perombakan struktur manajemen, Adira Finance menunjukkan langkah strategis untuk menjaga kinerja tetap solid sekaligus memperkuat fondasi bisnis di tengah dinamika industri pembiayaan. //Bang
