![]() |
| Kaprodi Arsitektur ISI Surakarta (kanan) bertukar cinderamata dengan pihak ConArch sebagai simbol kerja sama |
WARTAJOGLO, Solo - Program Studi Arsitektur Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia profesional sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan berbasis praktik.
Kali ini, Prodi Arsitektur ISI Surakarta melakukan penjajakan kerja sama dengan ConArch Studio dan Design Hub melalui agenda kunjungan perusahaan yang berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan kolaborasi antara dunia akademik dan industri profesional di bidang arsitektur serta konstruksi.
Tidak hanya sebatas kunjungan, pertemuan itu juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan melalui penyusunan MoA (Memorandum of Agreement) dan IA (Implementation Agreement).
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan produktif, kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Ruang lingkup kerja sama yang dijajaki meliputi program magang mahasiswa, kuliah tamu praktisi, workshop, kunjungan akademik, pengenalan material bangunan, hingga berbagai bentuk pengembangan profesional lainnya.
Kaprodi Arsitektur ISI Surakarta, Neni Nurul Rosalina, M.Ars., menegaskan bahwa keterhubungan antara kampus dan dunia industri menjadi kebutuhan penting dalam membangun sistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan profesi arsitektur saat ini.
“Kerja sama dengan mitra industri diharapkan dapat membuka ruang belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan praktik profesional,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman langsung dari para praktisi akan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami tantangan nyata di dunia kerja.
Libatkan ConArch Studio, ISI Surakarta Dorong Pembelajaran Arsitektur yang Adaptif https://t.co/TW19QQTaX1
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 14, 2026
Tidak hanya teori di ruang kelas, mahasiswa juga diharapkan mampu memahami dinamika industri, perkembangan teknologi konstruksi, hingga kebutuhan desain yang terus berkembang.
Kolaborasi semacam ini dinilai penting di tengah perubahan dunia arsitektur yang semakin dinamis. Industri kini menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan konseptual, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan lapangan dan mampu bekerja secara kolaboratif. //Bang
