![]() |
| Pagelaran wayang Slamet Riyadi di rumah sang pahlawan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis UNISRI ke-46 |
WARTAJOGLO, Solo - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-46, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna untuk menanamkan nilai perjuangan, keteladanan, dan penghormatan kepada para pendahulu.
Mulai dari kunjungan ke rumah Pahlawan Nasional Slamet Riyadi hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jurug dan makam para pendiri kampus, seluruh kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan.
Salah satu agenda utama digelar pada Jumat, 13 Mei 2026 melalui kegiatan bertajuk “Kunjungan Rumah Slamet Riyadi”.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap jasa besar Slamet Riyadi sekaligus sarana memperkuat pendidikan karakter bagi seluruh civitas akademika UNISRI.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Oktiana Handini, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan wujud apresiasi kampus terhadap sosok pahlawan yang namanya diabadikan sebagai identitas universitas.
Pada kesempatan itu, UNISRI juga menyerahkan buku ajar Keslametriyadian sebagai upaya menjaga dan mengenalkan nilai perjuangan Slamet Riyadi kepada generasi akademik.
Rektor UNISRI, Prof. Dr. Sutoyo, menjelaskan bahwa kunjungan ke kediaman keluarga Slamet Riyadi telah menjadi agenda rutin setiap peringatan Dies Natalis.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga media pembelajaran karakter bagi seluruh civitas akademika.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika tentang pentingnya meneladani nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian yang diwariskan Pahlawan Slamet Riyadi,” ujarnya.
Rombongan UNISRI yang berjumlah sekitar 40 orang terdiri atas Pembina dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, jajaran pimpinan universitas, dekan, dosen, tenaga kependidikan, panitia Dies Natalis, hingga perwakilan mahasiswa.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Sarjono, salah satu cucu keponakan Slamet Riyadi.
Suasana akrab terasa sejak awal kegiatan melalui sesi ramah tamah dan sambutan dari pihak keluarga maupun pimpinan universitas.
Perhatian peserta kemudian tertuju pada pertunjukan pakeliran wayang kulit dengan lakon “Sang Slamet Riyadi”.
Dalang muda Raditya, mahasiswa semester dua Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNISRI, tampil memukau membawakan kisah perjuangan sang pahlawan.
Pertunjukan tersebut menghadirkan dua tokoh wayang modifikasi, yakni tokoh Pahlawan Slamet Riyadi dan tokoh Prof. Dr. Sutoyo.
Melalui dialog interaktif yang disajikan, sosok Slamet Riyadi digambarkan berdialog dengan Rektor UNISRI mengenai pentingnya meneruskan semangat perjuangan.
Hal itu diwujudkan melalui penguatan pendidikan karakter dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain kunjungan ke rumah pahlawan, rangkaian Dies Natalis ke-46 juga diisi dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Jurug pada 21 Mei 2026.
Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para pendiri, pengurus yayasan, dan mantan rektor UNISRI yang telah wafat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Pembina dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Slamet Riyadi Surakarta, jajaran pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa membangun dan membesarkan UNISRI.
Upacara penghormatan di TMP Jurug dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Sutoyo. Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama, mengheningkan cipta, dan tabur bunga untuk mengenang jasa para pahlawan serta pendiri universitas.
Menurut Prof. Sutoyo, kegiatan ziarah menjadi momentum penting untuk mengingat kembali bahwa perjalanan dan perkembangan UNISRI hingga saat ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu.
“Melalui ziarah ini kita diingatkan bahwa kemajuan UNISRI hari ini tidak lepas dari perjuangan dan pengabdian para pendiri dan pimpinan terdahulu. Nilai itu harus terus kita jaga dan lanjutkan melalui kerja nyata di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.
Dies Natalis ke-46, UNISRI Tanamkan Nilai Keteladanan dengan Pagelaran Wayang Slamet Riyadi dan Ziarah Pahlawan https://t.co/cQcOEuATtp
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 21, 2026
Setelah dari TMP Jurug, rombongan melanjutkan ziarah ke sejumlah makam pendiri, pengurus, dan mantan rektor UNISRI yang berada di beberapa wilayah di Surakarta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan.
Memasuki usia ke-46 tahun, UNISRI terus berupaya memperkuat karakter, integritas, dan dedikasi civitas akademika dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai perjuangan dan penghormatan terhadap sejarah. //Kls
