![]() |
| Kepala UPT UNISRI Career Center (UCC), Sarafuddin (kiri) bersama Rektor UNISRI saat menejlaskan terkait kegiatan "UNISRI Job Expo 2026" |
WARTAJOGLO, Solo – Perguruan tinggi tidak hanya bertugas meluluskan mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu membuka jalan menuju dunia kerja.
Hal itulah yang ditegaskan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melalui penyelenggaraan UNISRI Job Expo 2026.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21 Mei 2026) di Auditorium Unisri Surakarta tersebut menghadirkan 40 perusahaan nasional, dengan ribuan lowongan pekerjaan dari berbagai sektor industri.
Tak hanya diperuntukkan bagi alumni UNISRI Job Expo ini juga dibuka untuk masyarakat umum, mulai lulusan SMA/SMK, diploma, hingga sarjana.
Rektor UNISRI Prof. Dr. Sutoyo menegaskan, job fair menjadi agenda wajib yang harus diselenggarakan setiap tahun karena perguruan tinggi tidak hanya bertugas meluluskan mahasiswa, tetapi juga membantu mereka memasuki dunia kerja.
“Ketika meluluskan mahasiswa, kampus juga punya tanggung jawab memberikan akses dan peluang pekerjaan bagi para lulusan,” ujarnya saat konferensi pers, Selasa (19/5/2026).
Namun demikian pihak kampus tidak mencanangkan target bahwa Job Expo ini harus bisa menyerap sekian persen jumlah lulusan.
"Untuk target serapan lulusan UNISRI di Job Expo ini tentu tidak ada. Sebab Job Expo ini terbuka untuk masyarakat umum, bukan hanya untuk internal UNISRI," ungkapnya.
Prof. Sutoyo juga menjelaskan bahwa pihaknya selalu berusaha menjaga kualitas dari Job Expo yang digelar.
Untuk itu, menurut perusahaan yang dilibatkan dalam job expo juga telah diseleksi agar benar-benar memiliki standar yang jelas, baik dari sisi sistem kerja, gaji, maupun fasilitas bagi pekerja.
Sementara itu, Kepala UPT UNISRI Career Center (UCC), Sarafuddin mengatakan, penyelenggaraan job expo merupakan bagian dari dukungan UNISRI terhadap program pemerintah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
“Ini menjadi ikhtiar kami membantu alumni dan masyarakat mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Dalam UNISRI Job Expo 2026, sebanyak 40 perusahaan dari berbagai sektor ikut berpartisipasi, mulai manufaktur, perbankan dan keuangan, teknologi informasi, pendidikan, FMCG, kesehatan, konsultan, hingga perusahaan umum lainnya.
Rinciannya, terdapat delapan perusahaan manufaktur, delapan perusahaan perbankan dan keuangan, dua perusahaan teknologi informasi, satu lembaga pendidikan dan pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan, tiga perusahaan bidang manheritage, satu perusahaan FMCG, satu perusahaan kesehatan, dua perusahaan konsultan, dan 13 perusahaan umum lainnya.
Lowongan kerja yang tersedia terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai SMA/SMK, diploma, hingga sarjana dan pascasarjana.
Selain menggelar job expo, Unisri juga rutin mengadakan program Campus Hiring bekerja sama dengan perusahaan tertentu untuk melakukan rekrutmen langsung di kampus.
Gelar UNISRI Job Expo 2026, Rektor: Wujud Tanggung Jawab Kampus Sediakan Akses Kerja bagi Lulusan https://t.co/cYe8fG4cxC
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 19, 2026
Sarafuddin menambahkan, berdasarkan tracer study terbaru, sekitar 83 persen alumni Unisri telah berhasil terlacak bekerja atau memiliki penghasilan dalam waktu satu tahun setelah lulus.
"Tahun ini sekitar 83% kita berhasil me-tracer alumni yang sesuai dengan ketentuan, dan mereka telah bekerja. Dan sekarang ini kan yang namanya dunia kerja itu bukan hanya ASN atau yang formal. Sebab yang penting dia bisa menghasilkan dan bisa memenuhi standar hidupnya, itu sudah termasuk bekerja," pungkasnya. //Kls
