![]() |
| UPA Doksen ISI Surakarta bekerja sama dengan Unit Kearsipan menggelar workshop bertajuk “Pengelolaan Arsip Dokumentasi Proses Kreatif Karya Seni untuk Mahasiswa ISI Surakarta” |
WARTAJOGLO, Solo - Kesadaran akan pentingnya mendokumentasikan proses kreatif karya seni terus diperkuat di lingkungan akademik.
Sebagai upaya membangun budaya arsip di kalangan mahasiswa, Unit Penunjang Akademik Dokumentasi dan Koleksi Seni (UPA Doksen) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bekerja sama dengan Unit Kearsipan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan workshop bertajuk “Pengelolaan Arsip Dokumentasi Proses Kreatif Karya Seni untuk Mahasiswa ISI Surakarta”.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 di Gedung Galeri lantai 2 Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta itu menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa.
Dalam hal ini untuk memahami bagaimana dokumentasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian tak terpisahkan dari proses penciptaan karya seni.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya merekam setiap tahapan proses kreatif, mulai dari perencanaan, eksplorasi gagasan, proses penciptaan, hingga penyajian karya.
Dokumentasi tersebut memiliki fungsi strategis sebagai rekam jejak akademik dan artistik, sekaligus menjadi sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian maupun pengembangan karya di masa mendatang.
Kepala UPA Doksen ISI Surakarta, Irvan Muhamad Nursyahid, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa dokumentasi proses kreatif memiliki nilai yang sangat penting dalam dunia akademik seni.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa proses kreatif karya seni merupakan bagian penting yang harus terdokumentasi dengan baik. Dokumentasi dan arsip tidak hanya menyimpan hasil karya, tetapi juga merekam perjalanan ide, proses penciptaan, dan dinamika artistik yang memiliki nilai akademik maupun historis,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan dasar dalam mengelola arsip dokumentasi, baik dalam bentuk foto, video, naskah, maupun data digital lainnya, sehingga karya dan proses kreatif dapat tersimpan secara sistematis dan mudah diakses di masa depan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn.
Dalam pengantarnya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan pembelajaran seni yang kini semakin bertumpu pada dokumentasi berbasis teknologi informasi.
“Dokumentasi proses kreatif merupakan bagian penting dalam ekosistem akademik seni. Pengarsipan yang baik akan memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta publikasi karya seni mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menjadikan dokumentasi sebagai budaya akademik,” ungkapnya.
Peserta kegiatan berasal dari mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Surakarta. Mereka mendapatkan materi dari narasumber Rendra Agusta dari Sraddha Institut serta Wahyu Widyasih, S.Sos., M.Si., Arsiparis Ahli Muda ISI Surakarta.
Jalannya diskusi dipandu oleh dua moderator, Jamal, S.I.P., M.A., dan Lipursari, S.Sn., M.M.
Dalam sesi pemaparan, para narasumber mengulas berbagai tahapan pengelolaan arsip dokumentasi karya seni, mulai dari proses pencatatan, pengelompokan arsip, penyimpanan, hingga pengelolaan arsip digital sesuai prinsip-prinsip kearsipan modern.
ISI Surakarta Dorong Mahasiswa Melek Arsip https://t.co/6lO9Ntotj2
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 29, 2026
Tak hanya sebatas teori, kegiatan ini juga dilengkapi simulasi praktik pengelolaan arsip dokumentasi proses kreatif karya seni.
Lewat simulasi tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menata dokumentasi berbentuk foto, video, naskah, maupun dokumen pendukung lainnya agar tersusun rapi, sistematis, dan mudah ditelusuri kembali. //Bang
