TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Promo Film “Suamiku Lukaku” di Politeknik Indonusa, Acha Septriasa Ajak Perempuan Berani Bersuara

Acha Septriasa (memegang mic) hadir di acara Womentalk Bus Roadshow bertajuk Mental Health Issue yang digelar di Ballroom Politeknik Indonusa Surakarta

WARTAJOGLO, Solo – Isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ternyata jauh lebih kompleks daripada sekadar luka fisik. 

Di balik tindakan kekerasan, tersimpan trauma masa kecil, manipulasi emosional, hingga tekanan psikologis yang membuat korban sulit keluar dari hubungan toxic.

Fenomena itu dibahas dalam acara Womentalk Bus Roadshow bertajuk Mental Health Issue yang digelar di Ballroom Politeknik Indonusa Surakarta, Sabtu 16 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang promosi film terbaru produksi SinemArt, Suamiku Lukaku, yang menghadirkan sutradara Ssharad Sharaan dan aktris utama Acha Septriasa.

Psikolog Klinik Bunda Kota Solo, Nasri Ika Yuliati, S.Psi, M.Psi, menjelaskan bahwa pelaku KDRT tidak lahir begitu saja sebagai pribadi yang kasar. Menurutnya, banyak pelaku justru tumbuh dari lingkungan penuh kekerasan.

“Jahat itu berproses. Bisa jadi pelaku dulu adalah korban pengasuhan keras di masa kecilnya,” ujar Nasri.

Ia menegaskan, kekerasan tidak selalu berbentuk fisik. Kekerasan verbal, manipulasi, hingga gaslighting juga meninggalkan luka mendalam. 

Anak yang tumbuh di lingkungan tidak aman cenderung mengalami gangguan perkembangan emosional sehingga kesulitan mengendalikan emosi ketika dewasa.

Saat menghadapi tekanan hidup, mereka akhirnya menggunakan pola kekerasan yang pernah dilihat atau dialami sebelumnya karena tidak memiliki mekanisme penyelesaian masalah yang sehat.

Selain trauma masa kecil, budaya patriarki juga dianggap memperkuat dominasi pelaku. Banyak laki-laki dituntut tampil kuat, tetapi tidak pernah diajarkan cara mengelola emosi maupun membangun hubungan sehat.

Nasri juga memaparkan alasan mengapa korban KDRT sering kali sulit meninggalkan pasangannya. Menurutnya, korban terjebak dalam siklus psikologis yang rumit.

Setelah melakukan kekerasan, pelaku biasanya berubah menjadi sangat manis dalam fase yang disebut honeymoon phase. 

Pada kondisi itu, korban mendapatkan kembali rasa nyaman dan perhatian yang memicu hormon kebahagiaan.

“Dopamin dari perlakuan manis pelaku membuat korban tanpa sadar terus bertahan, meski sebelumnya disakiti,” jelasnya.

Akibat kekerasan yang berulang, korban perlahan kehilangan rasa percaya diri dan merasa tidak memiliki jalan keluar.

Kondisi tersebut digambarkan dalam film "Suamiku Lukaku". Film garapan Ssharad Sharaan dan Viva Westi itu mengisahkan Amina, perempuan cerdas dan penuh mimpi yang perlahan kehilangan jati dirinya.

Ini setelah terjebak dalam rumah tangga penuh tekanan bersama sang suami, Irfan, yang diperankan Baim Wong.

Melalui karakter Amina, Acha Septriasa ingin menyuarakan keresahan banyak perempuan yang masih takut berbicara tentang hubungan tidak sehat.

Direktur Politeknik Indonusa Surakarta Ir. Suci Purwandari, MM., Ph.D memberikan kenang-kenangan kepada Acha Septriasa

“Film ini tentang perempuan yang masih takut bersuara dan memendam keresahan di dalam hubungan. Kita ingin memecah keheningan supaya orang tidak tinggal diam menghadapi toxic relationship,” ungkap Acha.

Acha mengaku tertarik membintangi film tersebut karena riset mendalam mengenai tingginya angka KDRT dan perceraian di Pangkalpinang. 

Menurutnya, film ini tidak hanya ditujukan bagi perempuan, tetapi juga laki-laki agar memahami pentingnya komunikasi sehat dalam rumah tangga.

“Semua kembali pada komunikasi, saling mendengarkan, dan tidak memaksakan sesuatu. Karena sesuatu yang dipaksakan bisa menjadi bom waktu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Indonusa Surakarta, Ir. Suci Purwandari, MM., Ph.D menyambut baik digelarnya acara tersebut. 

Ia berharap edukasi tentang kesehatan mental dan hubungan sehat dapat terus disuarakan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

"Terima kasih atas kehadiran Mbak Acha dan Pak Ssharad. Semoga ke depan bisa kembali menggelar kegiatan serupa di sini," tutupnya. //Bang

Type above and press Enter to search.