![]() |
| Rektor UNISRI melepas peserta UNISRI Run For Justice |
WARTAJOGLO, Solo - Demam olahraga lari atau running trend tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Hampir setiap pekan, berbagai ajang fun run hingga kompetisi lari digelar dan selalu dipadati peserta dari beragam kalangan.
Melihat geliat positif tersebut, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta lantas menggelar event serupa sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-46.
Bertajuk UNISRI Run for Justice 2026, event ini digelar di kawasan Taman Balekambang pada Minggu 17 Mei 2026 pagi.
Ajang ini menjadi warna baru dalam rangkaian Dies Natalis UNISRI.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya agenda tahunan kampus identik dengan sepeda sehat, kali ini UNISRI mencoba tren baru dengan menggelar lomba lari.
Rektor UNISRI Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo mengatakan perubahan konsep tersebut sengaja dilakukan untuk menyesuaikan tren olahraga masyarakat yang kini semakin gandrung dengan olahraga lari.
“Yang sebelum-sebelumnya itu olahraganya sepeda sehat. Nah, karena trennya sekarang berubah ke lari, maka UNISRI menyelenggarakan ini,” ujarnya di sela kegiatan.
Keputusan itu pun terbukti tepat sasaran. Sebagai event perdana, UNISRI Run for Justice langsung disambut antusiasme tinggi masyarakat.
Tercatat sekitar 1.300 peserta mendaftar secara resmi. Jika digabung dengan panitia dan tamu undangan, jumlah orang yang hadir mencapai sekitar 1.400 peserta.
Bagi pihak kampus, membludaknya peserta menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat memiliki kedekatan sekaligus kepercayaan besar terhadap Unisri.
Menariknya, di tengah maraknya event lari yang mengedepankan kompetisi dan perburuan catatan waktu terbaik, UNISRI justru memilih konsep fun run yang lebih santai dan inklusif.
Tidak ada tekanan untuk menjadi yang tercepat ataupun perebutan podium juara.
Ajang ini dirancang sebagai ruang olahraga yang menyenangkan dan bisa dinikmati siapa saja, mulai dari anak-anak, mahasiswa, keluarga, hingga pelari pemula.
Karena terbuka untuk kalangan internal maupun eksternal kampus, suasana kekeluargaan terasa begitu kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Pemilihan Taman Balekambang sebagai lokasi start dan finish juga dinilai memperkuat konsep fun run tersebut.
Suasana rindang dengan pepohonan besar membuat peserta bisa menikmati pengalaman berlari yang lebih segar dan nyaman.
“Tempatnya memang menarik dan menyenangkan. Setelah selesai lari itu kan fresh, pohon-pohonnya masih tinggi. Kalau diadakannya di kampus nanti takutnya crowded, makanya kami pilih di sini,” jelas Prof. Sutoyo.
Kesuksesan UNISRI Run for Justice 2026 juga tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan dukungan para alumni.
Nama “For Justice” sendiri merupakan sentuhan dari Fakultas Hukum UNISRI yang tahun ini menjadi koordinator Dies Natalis ke-46.
Ajang ini turut menjadi momen reuni para alumni lintas generasi yang kini telah menduduki berbagai posisi strategis.
Sejumlah tokoh tampak hadir memberikan dukungan, mulai dari Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kepala Kejari Solo, hingga Ketua BPN wilayah DIY.
Dukungan sponsor yang cukup besar juga membuat acara semakin meriah dengan berbagai doorprize, hiburan musik, hingga sesi zumba setelah lari selesai digelar.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, UNISRI memastikan event lari ini akan terus dilanjutkan sebagai agenda tahunan kampus dengan konsep yang lebih matang dan meriah.
“Harapannya bisa berlanjut. Ke depan tentunya kami akan mengadakan lagi UNISRI Run yang pastinya akan kita persiapkan supaya bisa tampil lebih hebat lagi,” pungkas Prof. Sutoyo optimistis. //Kls
