![]() |
| Acha Septriasa bersama sutradara Ssharad Sharaan saat promosi film "Suamiku Lukaku" di kampus Politeknik Indonusa Surakarta |
WARTAJOGLO, Solo - Aktris Acha Septriasa membagikan pengalaman menarik sekaligus menantang saat memerankan tokoh utama dalam film Suamiku Lukaku.
Hal itu ia ungkapkan ketika hadir dalam acara Womentalk Bus Roadshow di Ballroom Politeknik Indonusa Surakarta, Sabtu (16/5/2026).
Film “Suamiku Lukaku” sendiri diproduksi SinemArt dan disutradarai oleh duet Ssharad Sharaan bersama Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu.
Film ini mengangkat kisah Aminah, perempuan cerdas, cantik, dan penuh potensi yang diperankan Acha Septriasa.
Namun hidup Aminah berubah setelah ia terjebak dalam pernikahan penuh tekanan dan ketakutan bersama sang suami, Irfan, yang diperankan Baim Wong.
Selain Acha dan Baim Wong, film ini juga diperkuat deretan aktor papan atas seperti Raline Shah, Ayu Azhari, hingga Putri Ayudya.
Di balik tema berat yang diangkat, Acha justru mengaku banyak mengalami momen lucu selama proses syuting.
Tantangan terbesar baginya datang dari lawan main yang suka bercanda hingga membuat adegan emosional beberapa kali gagal karena pecah tawa.
“Tantangannya itu saya pengen ketawa terus setiap adegan berantem sama Baim Wong. Karena dia orangnya suka bercanda terus,” ujar Acha sambil tertawa.
Meski begitu, proses penggarapan adegan kekerasan dalam rumah tangga di film ini dilakukan dengan sangat serius dan terukur.
Acha menjelaskan, seluruh pemain didampingi intimacy coach agar adegan fisik tetap aman dan tidak benar-benar melukai lawan main.
Menurutnya, intimacy coach tidak hanya mendampingi adegan romantis, tetapi juga adegan kekerasan agar memiliki batas yang jelas.
“Jadi ada pakem-pakemnya supaya tangan kita tidak bikin lebam di tangan lawan main,” jelasnya.
Kehadiran coach tersebut membuat para pemain lebih nyaman memahami batas tubuh masing-masing. Namun suasana syuting tetap cair karena banyak improvisasi spontan dari para pemain.
“Ada beberapa take yang harus diulang karena kurang meyakinkan. Tapi ketika adegannya sudah keras, dia malah improvisasi pakai ekspresi lucu. Jadinya bikin ketawa,” katanya.
Walau di balik layar dipenuhi tawa, Acha menegaskan seluruh pemain tetap berupaya menghadirkan emosi yang kuat agar cerita terasa nyata dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Memang adegannya kelihatannya menyedihkan dan penuh air mata, tapi sebenarnya di balik layar kita semua pemain saling bersinergi untuk menghadirkan adegan yang believable dan relate,” tuturnya.
Acha juga memuji kemampuan aktor cilik Askia yang memerankan anaknya dalam film tersebut. Ia bahkan mengaku merinding saat pertama kali bertemu Askia karena wajahnya mengingatkan pada anaknya sendiri.
“Pas pertama kali ketemu Askia, mukanya mirip sama anak saya. Jadi waktu adegan berdua, rasanya merinding sekali,” ungkapnya.
Tak hanya berbicara soal film, Acha juga membagikan pandangannya tentang proses bangkit dari keterpurukan, selaras dengan perjalanan emosional karakter Amina dalam film tersebut.
Menurutnya, setiap orang pasti memiliki fase jatuh dan membutuhkan proses panjang untuk kembali berdiri.
“Kelihatannya mungkin senyum-senyum aja, bahagia aja, padahal di balik itu ada proses,” katanya.
Ungkap Tantangan Main di "Suamiku Lukaku", Acha Septriasa: Film Penuh Air Mata tapi Syutingnya Penuh Tawa https://t.co/EKQSvCbazj
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) May 17, 2026
Bagi Acha, cara terbaik untuk kembali menguatkan diri adalah dengan kembali mengenal Sang Pencipta dan menyerahkan persoalan hidup kepada Tuhan.
“Saya merasa setiap kita menyerahkan semua permasalahan hidup kepada Tuhan, justru kita ditunjukkan jalan yang terbaik. Mungkin tidak selesai sekarang, tapi pelan-pelan diberikan ketenangan,” pungkasnya. //Bang
