TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Belajar Toleransi dari Dekat, Mahasiswa PPKn UNISRI Kunjungi Rumah Umat Baha’i di Pati

Mahasiswa PPKn UNISRI melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati

WARTAJOGLO, Pati – Pemahaman tentang keberagaman tidak cukup hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas. 

Untuk melihat langsung bagaimana nilai toleransi tumbuh dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Kabupaten Pati, pada Senin 15 Juni 2026.

Sebanyak 23 mahasiswa mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual tentang keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia tersebut.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi PPKn FKIP UNISRI, Ama Faridasari, S.Pd., M.Pd. 

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun pemahaman yang objektif terhadap berbagai keyakinan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Menurutnya, sebagai calon pendidik dan warga negara yang baik, mahasiswa perlu memiliki wawasan luas tentang keberagaman sekaligus mampu menumbuhkan sikap toleransi yang dewasa.

Usai pembukaan, mahasiswa berdialog langsung dengan umat Baha’i untuk mengenal lebih jauh ajaran, nilai, serta prinsip-prinsip dasar yang dianut komunitas tersebut. Agar pembahasan lebih mendalam, peserta dibagi menjadi dua kelompok diskusi.

Kelompok pertama mendalami ritual keagamaan dan tradisi yang dijalankan umat Baha’i, sedangkan kelompok kedua mengkaji hak waris serta hukum pernikahan dalam perspektif kepercayaan Baha’i. 

Kegiatan berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni di rumah orang tua Lies dan di kediaman Lies yang merupakan bagian dari komunitas Baha’i setempat.

Melalui sesi wawancara dan diskusi yang berlangsung hangat, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung berinteraksi dengan kelompok kepercayaan yang selama ini mungkin belum banyak mereka kenal.

Kunjungan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memahami ajaran dan prinsip dasar Baha’i, mempelajari praktik kerukunan hidup beragama di Indonesia, serta memperluas wawasan mahasiswa mengenai keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa.

Perwakilan mahasiswa PPKn FKIP UNISRI mengungkapkan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan berharga untuk memahami keberagaman secara nyata dan mengikis berbagai prasangka yang mungkin muncul akibat minimnya pengetahuan.

“Dengan adanya kegiatan ini kami sangat berharap mahasiswa mendapat pemahaman mendalam tentang umat Baha’i, membentuk sikap toleransi yang lebih luas dan dewasa, serta mendapatkan pengalaman nyata dalam memahami keberagaman agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kegiatan semacam ini dinilai penting untuk memperkuat pendidikan karakter kebangsaan. 

Tidak hanya mengenalkan teori tentang toleransi, tetapi juga menghadirkan ruang belajar langsung yang memungkinkan mahasiswa memahami makna hidup berdampingan dalam perbedaan.

Kunjungan ke Rumah Umat Kepercayaan Baha’i di Pati menjadi salah satu contoh praktik pembelajaran Pancasila dan kewarganegaraan yang dekat dengan realitas masyarakat. 

Dari pengalaman lapangan tersebut, mahasiswa diajak melihat bahwa keberagaman bukan sekadar konsep, melainkan bagian dari kehidupan yang perlu dipahami, dihargai, dan dirawat bersama.

FKIP UNISRI pun terus mendorong berbagai kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan guna memperkaya wawasan mahasiswa. 

Harapannya, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga empati sosial, sikap toleran, dan kesiapan hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. //Kls

Type above and press Enter to search.