![]() |
| Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd |
WARTAJOGLO, Solo – Di tengah semakin ketatnya tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi dan hadirnya berbagai regulasi baru dari pemerintah, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta terus memperkuat kualitas sumber daya manusianya.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Ajuan Jabatan Fungsional Akademik (JAFA) bagi 175 dosen secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa 10 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan jenjang karier akademik dosen sekaligus mendukung peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional.
Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Nanik Suhartatik, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mempercepat peningkatan jumlah dosen yang memiliki jabatan akademik minimal Asisten Ahli.
Selain itu, kegiatan juga memberikan pemahaman lebih mendalam terkait mekanisme penilaian jabatan akademik dosen internal berdasarkan pedoman operasional yang berlaku.
“Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dosen UNISRI secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Ketua Tim Kerja SDPT LLDIKTI Wilayah VI, Lis Setyowati, S.Sos., M.H.
Materi yang disampaikan meliputi teknis pengajuan JAFA, pemenuhan berbagai persyaratan khusus, hingga pemanfaatan platform digital yang mendukung proses pengajuan jabatan akademik.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang II UNISRI, Dr. Edi Wibowo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa jabatan fungsional akademik bukan sekadar urusan kenaikan pangkat atau jenjang karier semata.
Menurutnya, JAFA merupakan indikator profesionalisme seorang tenaga pendidik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“JAFA merupakan cerminan profesionalisme tenaga pendidik. Dosen dituntut adaptif, produktif, dan inovatif. Lembaga berkomitmen mengawal, memfasilitasi, dan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses ajuan kenaikan pangkat,” tegas Dr. Edi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., turut memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para dosen UNISRI.
Ia menyoroti hadirnya regulasi baru melalui Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 dan Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 yang memberikan peluang lebih besar bagi dosen untuk melakukan percepatan karier akademik.
Salah satu poin penting dalam regulasi tersebut adalah terbukanya kesempatan lompat jabatan bagi dosen yang memiliki prestasi dan rekam jejak internasional yang kuat.
Dalam paparannya, Prof. Aisyah juga membeberkan kondisi terkini sumber daya dosen di UNISRI berdasarkan data SIBRAJA dan PDDikti.
Saat ini, UNISRI memiliki 177 dosen dengan komposisi jabatan akademik yang cukup beragam.
Sebanyak 24 dosen telah menduduki jabatan Lektor Kepala dan 7 dosen telah meraih gelar Guru Besar.
Dengan demikian, jumlah dosen pada dua jenjang tertinggi tersebut mencapai 31 orang atau sekitar 17,7 persen dari total dosen yang ada.
Sementara itu, terdapat 60 dosen berjabatan Lektor, 34 dosen berstatus Asisten Ahli, serta masih terdapat 2 dosen yang belum memiliki jenjang jabatan akademik.
Dari sisi kualifikasi pendidikan, UNISRI juga memiliki 37 dosen bergelar doktor (S3).
Meski demikian, Prof. Aisyah mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan.
Di antaranya adalah dosen yang telah bertahun-tahun belum mengajukan kenaikan jabatan akademik, dosen bergelar doktor yang masih berada pada jenjang Asisten Ahli, hingga berbagai kendala administratif maupun teknis dalam proses pengajuan.
Menurutnya, percepatan kenaikan jabatan akademik tidak hanya berdampak pada pengembangan karier dosen, tetapi juga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi secara keseluruhan.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, UNISRI menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan jabatan fungsional dosen sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.
Hadapi Regulasi Baru, UNISRI Percepat Karier Akademik Dosen https://t.co/LPEdnWGhmj
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 11, 2026
Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing institusi serta menjawab tantangan kebijakan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan pendampingan dari LLDIKTI Wilayah VI, percepatan karier akademik dosen diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya budaya akademik yang semakin produktif, inovatif, dan berorientasi pada mutu. //Sik
