TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Pelantikan Wakil Rektor UTP Surakarta, Bidik Akreditasi Unggul dan Perluas Peluang Kerja

Rektor UTP, Prof Winarti (paling kanan) berfoto bersama para wakil rektor usai pelantikan

WARTAJOGLO, Solo - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta menggelar serah terima jabatan dan pelantikan Wakil Rektor periode 2026-2030 pada Selasa (2/6/2026). 

Dari tiga posisi wakil rektor, hanya jabatan Wakil Rektor II yang mengalami pergantian, sementara Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III tetap diisi pejabat yang sama.

Prof. Dr. Ir. Suswadi, M.Si kembali dipercaya menjabat Wakil Rektor I bidang Akademik. Sementara Prof. Dr. Drs. Nurudin Priya Budi S., M.Or tetap melanjutkan tugas sebagai Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan. 

Adapun posisi Wakil Rektor II yang membidangi Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Aset kini diemban oleh Dr. Tri Hartanto, M.Sc menggantikan Dr. Teguh Priya Budi Santoso, M.Or.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Winarti, M.Si.

Menurut Winarti, pergantian pada posisi Wakil Rektor II dilakukan karena Dr. Teguh telah menyelesaikan masa jabatan maksimal yang diatur dalam statuta universitas, yakni dua periode atau delapan tahun.

Sementara Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III masih dipertahankan karena dinilai memiliki kinerja yang baik serta baru menjalani satu periode kepemimpinan.

“Beliau masih sangat bagus kerjanya dan baru satu periode. Yang terpenting, mereka memiliki langkah-langkah strategis untuk mewujudkan visi dan misi universitas,” ujar Winarti.

Di hadapan jajaran pimpinan baru, Winarti menegaskan bahwa tantangan terbesar UTP dalam empat tahun ke depan adalah meningkatkan status akreditasi institusi menjadi Unggul.

Saat ini UTP masih berstatus Baik Sekali dan akan menghadapi proses reakreditasi institusi pada 2027 mendatang. Karena itu, seluruh bidang diminta bergerak bersama untuk mencapai target tersebut.

“Target utama kami ke depan adalah meraih akreditasi lembaga Unggul. Kami sudah mendeklarasikan itu sejak dua tahun lalu. Karena sekarang sudah Baik Sekali, maka harus naik menjadi Unggul,” katanya.

Menurut Winarti, pencapaian target tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab bidang akademik, tetapi memerlukan dukungan seluruh unsur universitas, termasuk pengelolaan keuangan, SDM, dan aset yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor II.

Ia bahkan menyebut posisi Wakil Rektor II sebagai salah satu jabatan paling strategis di perguruan tinggi swasta.

“Kalau di perguruan tinggi swasta, Bidang II itu bisa dikatakan jantungnya universitas. Semua kegiatan akademik dan kemahasiswaan pasti berkaitan dengan dana. Selain itu, SDM juga berada di bawah Bidang II,” jelasnya.

Selain fokus pada peningkatan kualitas institusi, UTP juga menaruh perhatian besar terhadap masa depan para lulusannya. 

Salah satu strategi yang terus diperkuat adalah memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menurut Winarti, kampus saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga harus mampu membuka akses yang lebih luas menuju dunia kerja.

“Kami tidak hanya bekerja sama dengan perguruan tinggi atau pemerintah daerah, tetapi juga dengan dunia usaha dan industri. Tujuannya agar lulusan memiliki peluang kerja yang lebih besar,” ujarnya.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Beberapa perusahaan dari luar negeri disebut telah menunjukkan minat untuk merekrut lulusan UTP secara langsung.

“Tahun ini sudah ada beberapa tawaran rekrutmen di UTP. Ada perusahaan dari Korea dan juga dari Timur Tengah yang meminta alumni UTP untuk bekerja langsung setelah wisuda,” ungkapnya.

Menurut Winarti, peluang tersebut menjadi modal penting bagi UTP dalam meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperkuat kepercayaan dunia industri terhadap kualitas pendidikan yang diberikan kampus.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Pembangunan (YPTTP) Surakarta, Ir. Leny Pramesti, M.T menyampaikan apresiasi kepada jajaran wakil rektor periode sebelumnya yang telah menyelesaikan tugasnya.

Leny juga mengapresiasi seluruh kandidat yang telah mengikuti proses fit and proper test sebelum ditetapkan sebagai pimpinan universitas periode 2026-2030.

Menurutnya, proses penjaringan dilakukan melalui kolaborasi antara yayasan dan universitas untuk memastikan setiap jabatan ditempati oleh figur yang tepat.

“Tujuannya adalah mendapatkan the right man on the right place,” katanya.

Ke depan, yayasan berharap jajaran pimpinan yang baru mampu menghadirkan perubahan kinerja yang signifikan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan tinggi.

Ia menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut perguruan tinggi untuk semakin tertib dalam tata kelola administrasi, pengelolaan keuangan, serta pengembangan jejaring alumni dan hubungan dengan dunia kerja.

Leny juga mengingatkan bahwa jabatan wakil rektor bukan hanya mewakili fakultas asal masing-masing, tetapi harus mampu melihat kepentingan universitas secara menyeluruh.

“Kami percayakan amanah ini sepenuhnya kepada bapak-bapak sekalian. Jalankan dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan UTP,” tandasnya. //Sik

Type above and press Enter to search.