![]() |
| Dengan bekal energi neptu, Afrika Selatan siap bikin kejutan saat melawan tuan rumah Meksiko |
WARTAJOGLO, Solo - Piala Dunia 2026 akan resmi dimulai melalui laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB.
Di atas lapangan, pertandingan tentu akan ditentukan oleh strategi, kualitas pemain, dan mental bertanding.
Namun jika ditilik dari sudut pandang perhitungan Jawa, duel ini menghadirkan cerita menarik tentang pertemuan dua energi neptu yang berbeda karakter.
"Dalam tradisi Jawa, weton dan neptu kerap digunakan untuk membaca kecenderungan energi, watak, hingga potensi keberuntungan suatu peristiwa," ujar Kang Warjo, spiritualis Jawa asal Karanganyar, saat dihubungi pada Kamis 11 Juni 2026.
Meski bukan ukuran mutlak, hitung-hitungan ini sering menjadi bagian dari kearifan lokal yang menarik untuk dikaji.
Federasi sepak bola Meksiko (FMF) sendiri berdiri pada 23 Agustus 1927 yang berdasarkan penanggalan Jawa, tanggal tersebut jatuh pada weton Selasa Pahing.
Dalam perhitungan Jawa, Selasa Pahing memiliki neptu 12 yang diyakini memiliki karakter energi berani, dinamis, dan cenderung agresif.
Dalam simbolik Jawa, kombinasi ini sering dikaitkan dengan sifat petarung yang tidak mudah menyerah. Mereka biasanya tampil penuh inisiatif dan berani mengambil risiko.
Neptu 12 juga sering dianggap sebagai angka yang memiliki keseimbangan antara kekuatan fisik dan kecerdasan dalam mengambil keputusan.
Jika diterjemahkan ke dalam sepak bola, karakter ini cocok dengan gaya permainan Meksiko yang cenderung menyerang dan berani menguasai pertandingan.
Sementara itu Federasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA) berdiri pada 23 Maret 1991 yang bertepatan dengan weton Sabtu Kliwon.
Dalam hitungan neptu, SAFA memiliki angka 17. yang mana dalam kepercayaan masyarakat Jawa merupakan salah satu weton yang memiliki energi besar.
Karakternya identik dengan keteguhan, kesabaran, dan kemampuan bertahan menghadapi tekanan.
Neptu 17 termasuk golongan tinggi yang sering dihubungkan dengan daya tahan kuat serta kemampuan bangkit ketika berada dalam situasi sulit.
Karakter semacam ini cukup selaras dengan citra Afrika Selatan yang dikenal disiplin dan mengandalkan kerja kolektif.
Menariknya, laga pembuka Piala Dunia 2026 berlangsung pada 12 Juni 2026 yang dalam penanggalan Jawa jatuh pada Jumat Kliwon, yang memiliki neptu 14.
Dalam filosofi Jawa, Jumat Kliwon sering dikaitkan dengan energi spiritual yang kuat, ketajaman intuisi, dan munculnya kejadian-kejadian yang sulit diprediksi.
Lalu bagaimana jika neptu masing-masing federasi dipadukan dengan neptu hari pertandingan?
"Bila dijumlahkan antara neptu masing-masing dengan hari pertandinganm, maka Meksiko memiliki total nilai 26, sedangkan Afrika Selatan 31," terang Kang Warjo.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam tradisi numerologi Jawa, angka 31 sering dimaknai sebagai energi kepemimpinan, keteguhan, dan kemampuan mengendalikan situasi.
Sementara angka 26 lebih dekat dengan karakter progresif dan agresif, tetapi kadang kurang stabil ketika menghadapi tekanan besar,
Dari sisi total kekuatan neptu, Afrika Selatan tampak memiliki nilai yang lebih besar dibanding Meksiko.
"Jika ditelaah dari karakter wetonnya, Selasa Pahing milik Meksiko cenderung mewakili unsur api. Sifatnya aktif, cepat, dan penuh inisiatif. Sebaliknya Sabtu Kliwon milik Afrika Selatan lebih dekat dengan unsur tanah. Karakternya kuat, kokoh, dan sulit digoyahkan," lanjutnya.
Menurut Kang Warjo, dalam filosofi Jawa, api memang mampu membakar dan menekan tanah di permukaan. Namun tanah yang kokoh juga mampu meredam gejolak api jika mampu bertahan cukup lama.
Artinya, apabila Meksiko mampu mencetak gol cepat dan mengendalikan tempo sejak awal, energi Selasa Pahing berpotensi membawa mereka mendominasi pertandingan.
Sebaliknya jika Afrika Selatan mampu bertahan dan memaksa pertandingan berjalan alot, karakter Sabtu Kliwon yang sabar dan kuat justru bisa menjadi keuntungan.
Siapa Lebih Berpeluang?
Dari sudut pandang sepak bola modern, Meksiko tetap lebih diunggulkan karena faktor tuan rumah, kualitas skuad, dan dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Azteca.
Namun jika menggunakan pendekatan hitung-hitungan Jawa, Afrika Selatan memiliki keunggulan pada besaran neptu dan keselarasan energi dengan hari pertandingan yang sama-sama berada dalam naungan Kliwon. Faktor ini diyakini dapat memberi daya tahan ekstra serta peluang menghadirkan kejutan.
Karena itu, bila melihat dari perspektif perhitungan Jawa, laga pembuka Piala Dunia 2026 berpotensi berlangsung lebih ketat daripada prediksi banyak pengamat.
"Meksiko mungkin akan lebih dominan dalam permainan, tetapi Afrika Selatan memiliki "daya tuah" neptu yang cukup kuat untuk mengimbangi tekanan tuan rumah," ungkap Kang Warjo.
Prediksi Primbon Jawa: Energi Neptu Afrika Selatan, Siap Bikin Meksiko Kerepotan di Pertandingan Pembuka Piala Dunia 2026 https://t.co/8T9oTjqvhV
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 11, 2026
Pada akhirnya, seperti falsafah Jawa yang mengatakan urip iku sawang sinawang, perhitungan weton hanyalah salah satu cara membaca kemungkinan. Hasil sesungguhnya tetap akan ditentukan oleh apa yang terjadi di atas lapangan hijau.
Namun satu hal yang menarik, dari sisi hitung-hitungan neptu, Bafana Bafana tampaknya datang ke Azteca dengan energi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. //Kls
