![]() |
| Caitlyn Muni Chandra,sukses meraih Juara 2 Lomba Video Konten Kreatif bertema "Bali Bersih Sampah" |
WARTAJOGLO, Denpasar – Usia muda bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan karya yang menginspirasi.
Hal itu dibuktikan oleh Caitlyn Muni Chandra, siswi berusia 13 tahun dari SMP Taman Rama Denpasar, yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Konten Kreatif bertema "Bali Bersih Sampah" dalam rangka Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan karena Caitlyn mampu bersaing dengan 82 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas anak muda, hingga masyarakat umum.
Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, yakni pendaftaran dan pengumpulan karya pada 12–21 Juni 2026.
Lalu penilaian karya pada 22 Juni, pengumuman pemenang pada 23 Juni, hingga penyerahan piala, piagam, dan beasiswa pada 28 Juni 2026.
Prosesi penyerahan penghargaan digelar bersamaan dengan penutupan Bulan Bung Karno di Bali Beach Convention Centre, Sanur.
Acara tersebut dihadiri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo beserta istri, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta jajaran pemerintah daerah.
Keberhasilan Caitlyn tidak diraih secara instan. Sebelum namanya diumumkan sebagai juara, Caitlyn harus melalui proses kreatif yang cukup melelahkan.
Semua berawal dari keinginannya menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat untuk menjaga Bali tetap bersih demi masa depan pulau yang dicintai bersama.
Ia kemudian mulai mencari ide, menyusun alur cerita, hingga merancang konsep video yang diberi judul "Suara Hati Anak Bali".
Bagi Caitlyn, video tersebut bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi menjadi media untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.
"Awalnya saya berpikir bagaimana caranya supaya pesan menjaga kebersihan Bali bisa disampaikan dengan cara yang menarik. Dari situ saya mulai membuat cerita dan menentukan lokasi pengambilan gambar," tutur Caitlyn.
Perjuangan sesungguhnya dimulai ketika proses produksi berlangsung. Mengatur jadwal pengambilan gambar menjadi tantangan tersendiri.
Belum lagi beberapa adegan harus direkam berulang kali karena hasilnya belum sesuai harapan.
Meski demikian, Caitlyn tidak pernah berpikir untuk menyerah. Bersama tim kecilnya, ia terus memperbaiki setiap detail agar video yang dibuat mampu menyampaikan pesan secara maksimal.
Dalam video tersebut, Caitlyn juga mengajak adiknya yang masih berusia enam tahun, Calysto Millone Chandra.
Kehadiran sang adik menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini.
Konsep yang diusung dalam "Suara Hati Anak Bali" menekankan bahwa Bali yang bersih berawal dari generasi yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah secara mandiri, mematuhi berbagai imbauan pemerintah, hingga aktif mengikuti program positif seperti menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah.
Seluruh kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Dari 82 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, komunitas anak muda, hingga masyarakat umum, Caitlyn berhasil meraih Juara 2.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.
Rasa haru pun menyelimuti Caitlyn ketika namanya dipanggil sebagai salah satu pemenang.
"Saya senang sekali dan benar-benar tidak menyangka bisa menjadi juara. Semua proses yang sudah dijalani ternyata tidak mengkhianati hasil. Terima kasih kepada semua yang selalu mendukung saya hingga hari ini. Semoga semuanya selalu sehat dan bahagia," ujarnya.
Video "Suara Hati Anak Bali" yang diunggah melalui akun Instagram @caitlyn_muni juga mendapat respons positif dari masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, tayangan tersebut telah disaksikan lebih dari 4.480 kali.
Bagi Caitlyn, kemenangan ini bukanlah garis akhir. Ia berharap karya sederhananya mampu menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan Bali adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.
"Semoga video ini bisa mengajak lebih banyak orang untuk menjaga kebersihan Bali, pulau yang kita cintai dan banggakan," ucapnya.
"Suara Hati Anak Bali", Antar Caitlyn Muni Chandra Juarai Lomba Video Kreatif Bulan Bung Karno 2026 https://t.co/bTw3GzMI2V
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) June 30, 2026
Perjalanan Caitlyn menjadi bukti bahwa sebuah prestasi besar lahir dari keberanian untuk memulai, kesabaran menghadapi proses, dan semangat untuk terus mencoba meski harus berkali-kali mengulang.
Di usia yang masih 13 tahun, ia telah menunjukkan bahwa suara seorang anak pun mampu membawa pesan besar tentang pentingnya menjaga Bali tetap bersih dan lestari. //Kls
