![]() |
| Para finalis Pemilihan Putra Putri Solo 2026 mengikuti prosesi wilujengan yang digelar di halaman Balai Kota Surakarta |
WARTAJOGLO, Solo – Aroma dupa dan khusyuknya lantunan doa membaur menjadi satu di halaman Balai Kota Surakarta, Kamis 23 Juli 2026.
Jelang malam puncak yang spektakuler, Panitia Pemilihan Putra Putri Solo 2026 menggelar acara wilujengan (syukuran dan doa bersama) sebagai bentuk ikhtiar lahir batin memohon kelancaran dan keselamatan.
Sepuluh pasang finalis yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Solo hadir dengan sikap duduk bersimpuh, mengikuti prosesi doa yang dipimpin langsung oleh ulama dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Menariknya, prosesi ini menjadi potret indah harmoni spiritual, memadukan lantunan doa islami dengan tradisi luhur Jawa yang dilengkapi berbagai macam sesaji sebagai simbol rasa syukur dan permohonan restu kepada Sang Pencipta serta leluhur.
Malam ini bukan sekadar ritual, melainkan penanda dimulainya babak paling krusial.
Grand Final Pemilihan Putra Putri Solo 2026 akan digelar secara megah pada Jumat 24 Juli 2026 malam, sebagai puncak dari seluruh rangkaian seleksi duta pariwisata dan budaya Kota Surakarta.
![]() |
| Para finalis Putra Putri Solo 2026 berfoto bersama usai wilujengan |
Pemilihan Putra Putri Solo 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta ini mengusung tema yang sarat makna: "Amratani Aruming Budaya".
Secara harfiah, tema ini mengandung semangat untuk merawat, menjaga, dan menghidupkan nilai-nilai budaya agar terus berkembang, sekaligus membawa harum nama Kota Solo di kancah nasional maupun internasional.
Dengan tema ini, Putra Putri Solo 2026 tidak hanya dituntut untuk tampil bagus dan ayu secara fisik.
Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu menjembatani nilai tradisi dengan perkembangan zaman secara kreatif, dinamis, dan relevan.
Agenda tahunan ini bertujuan melahirkan figur-figur muda inspiratif yang siap menjadi representasi wajah Kota Solo.
Mereka akan diuji tidak hanya dari segi penampilan, tetapi juga kedalaman wawasan budaya, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, etika, hingga kepedulian sosial.
Dari total 97 pendaftar yang mendaftar dengan semangat membara, proses seleksi yang ketat akhirnya menyaring 10 pasang finalis terbaik yang kini siap bertarung di panggung utama.
Sebelum melangkah ke malam grand final, para finalis telah melalui proses gemblengan yang tidak main-main.
Rangkaian pembekalan yang komprehensif telah mereka lalui, mulai dari materi kepariwisataan, pendalaman kebudayaan, public speaking, keprotokolan, personal branding, etika, hingga pengembangan karakter.
Tidak berhenti di ruang kelas, para finalis juga diajak turun langsung ke lapangan melalui kunjungan ke destinasi wisata dan mitra pendukung, pembelajaran bahasa Jawa yang intensif, serta Solo City Tour.
Seluruh aktivitas ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka secara holistik, memastikan mereka benar-benar layak menyandang gelar sebagai duta pariwisata yang tidak hanya cantik atau tampan, tetapi juga cerdas dan berempati.
Berbeda dengan ajang serupa yang terkadang mengandalkan sesi tanya-jawab mendadak, Pemilihan Putra Putri Solo 2026 menekankan pada kedalaman karakter dan penyerapan materi selama proses pembekalan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, dalam konferensi pers jelang grand final, menegaskan bahwa penilaian sebenarnya telah berjalan sejak hari pertama pembekalan.
"Jadi, langsung dari masing-masing finalis ini akan menyampaikan visi misinya, sesuai dengan pembekalan yang sudah mereka dapat. Sesuai dengan karakter masing-masing, dan sesuai dengan tema yang mereka angkat. Nanti dari dewan juri akan memilih berdasarkan hal tersebut," jelas Maretha.
Ia menambahkan, "Penilaian ini sudah dimulai sejak pembekalan, sampai nanti di grand final. Tidak ada lagi pertanyaan mendadak. Jadi kita sudah mengamati, melihat, dan menilai masing-masing peserta. Nantinya pada waktu pelaksanaan, mereka langsung menyampaikan visi misinya. Ini adalah buah dari apa yang sudah kita berikan selama pembekalan."
Pendekatan ini dinilai lebih adil dan substansial, karena memungkinkan para finalis untuk menunjukkan jati diri dan komitmen mereka yang sesungguhnya, tanpa sekadar menghafal jawaban instan.
Malam Grand Final nanti dijanjikan akan menjadi tontonan yang spektakuler dan penuh makna.
Didukung penuh oleh Wali Kota Surakarta, acara ini akan menampilkan penampilan memukau dari seluruh finalis, sesi penjurian akhir yang menegangkan, hingga momen pengumuman pemenang Putra Putri Solo 2026 yang dinanti-nanti.
Berharap Berkah Jelang Grand Final, Finalis Putra Putri Solo 2026 Gelar Wilujengan https://t.co/BvOTwnle4n
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) July 23, 2026
Panggung juga akan dihidupkan oleh hiburan berkualitas dari De Java Keroncong yang akan membawa suasana klasik nan elegan.
Tak ketinggalan, akan ada penampilan spesial dari Wakil Wali Kota Surakarta yang turut meramaikan dan memberikan semangat bagi para generasi muda. //Kls

