![]() |
| Rektor UNIBA (kiri) berfoto bersama para pembicara di acara milad ke-43 |
WARTAJOGLO, Solo – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang mengubah wajah perekonomian dunia, Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta menegaskan untuk mengambil peran strategis dalam melahirkan generasi inovatif yang tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Orasi Ilmiah Milad ke-43 UNIBA Surakarta yang digelar melalui Sidang Senat Terbuka, Senin 27 Juli 2026, di kampus UNIBA Surakarta.
Mengusung tema besar tentang ekonomi kreatif dan inovasi, kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan panjang UNIBA sekaligus penegasan arah pengembangan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.
Hadir sebagai orator utama, Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, SE., M.Si.
Prof. Rahmawan menyampaikan gagasan bertajuk “Ekonomi Kreatif Berbasis Inovasi dan Value Pancasila: Aksentuasi Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Era Transformasi Digital.”
Dalam paparannya, Prof. Rahmawan menekankan bahwa ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan teknologi, tetapi juga membutuhkan fondasi nilai yang kuat agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Menurutnya, Pancasila memiliki peran penting sebagai pijakan moral dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan menjadi modal penting agar perkembangan ekonomi digital tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sinergi antara inovasi, kreativitas, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi kunci menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan memiliki daya saing,” tegas Prof. Rahmawan.
Ia juga mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi turut aktif dalam riset, pendampingan, serta penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di tingkat lokal hingga nasional.
Sidang Senat Terbuka Milad ke-43 UNIBA Surakarta berlangsung sejak pukul 08.00 WIB dengan rangkaian acara yang diawali registrasi tamu undangan, pembukaan, serta prosesi Senat memasuki ruang sidang diiringi lagu Hymne UNIBA oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM).
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta, sidang resmi dibuka oleh Ketua Senat UNIBA Surakarta, Dr. Suhendro, SE., M.Si., Akt.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Slamet Ariyanto, S.Ag., M.Pd., serta penampilan Hymne UNIBA oleh PSM.
Momentum Milad ke-43 juga menjadi kesempatan bagi Rektor UNIBA Surakarta, Ipmawan Muhammad Iqbal, untuk menyampaikan Laporan Tahunan Rektor.
Dalam laporan tersebut, ia memaparkan berbagai capaian universitas, mulai dari penguatan akademik, peningkatan tata kelola, hingga pengembangan jejaring kerja sama.
Ipmawan menegaskan bahwa usia 43 tahun menjadi tonggak penting bagi UNIBA untuk terus memperkuat identitas sebagai perguruan tinggi Islam yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“UNIBA akan terus berkomitmen mengembangkan ekonomi kreatif, inovasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan tetap berpegang pada nilai Pancasila dan ajaran Islam,” ujarnya.
Bagi UNIBA Surakarta, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu bidang strategis dalam menghadapi perubahan global.
Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan inovasi.
Transformasi digital telah membuka banyak peluang baru, mulai dari industri kreatif, kewirausahaan berbasis teknologi, hingga ekonomi berbasis komunitas.
Namun, peluang tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kreatif sekaligus memiliki karakter kuat.
Karena itu, nilai-nilai Pancasila menjadi bagian penting dalam membangun arah ekonomi kreatif Indonesia agar tetap memiliki identitas dan keberpihakan sosial.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi yang mampu bersaing secara global, tetapi tetap memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ungkap Prof. Rahmawan.
Dalam rangkaian Milad ke-43 tersebut, UNIBA Surakarta juga memberikan apresiasi kepada sejumlah dosen yang berhasil meningkatkan kualifikasi akademiknya.
Penghargaan diberikan kepada Dr. Suwardi, SP., MP., yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 19 Februari 2026, serta Ibnu Surya, SE., MM., Ph.D. (UteM Malaysia).
Milad ke-43, UNIBA Surakarta Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Inovasi dan Nilai Pancasila untuk Hadapi Era Digital https://t.co/EDxuGDjTms
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) July 27, 2026
Pemberian apresiasi ini menjadi bagian dari upaya UNIBA dalam mendorong peningkatan kualitas dosen sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi.
Usai prosesi penghargaan, acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Syukur” yang dipandu PSM, doa bersama, serta penutupan Sidang Senat Terbuka oleh Ketua Senat. //Bang
