![]() |
| Dalam Kajian Akbar Poltekes Bhakti Mulia, Ust. Handy Bonny menyampaikan pesan tentang pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal |
WARTAJOGLO, Sukoharjo - Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks, manusia sering kali merasa lelah dan kehilangan arah.
Namun, melalui Kajian Akbar bertajuk “Saat Lelah, Kemana Harus Pulang?” yang digelar Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo pada Senin 27 Juli 2026, Ustad Handy Bonny mengajak para mahasiswa dan civitas akademika untuk kembali menemukan ketenangan melalui kedekatan kepada Allah SWT.
Dalam kajian tersebut, Ust. Handy Bonny menyampaikan pesan tentang pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal.
Ia menggunakan analogi sederhana tentang cicak untuk menggambarkan bagaimana manusia harus berusaha sekaligus percaya terhadap ketetapan Allah.
Menurutnya, cicak adalah contoh makhluk yang mengajarkan tentang keyakinan. Meski secara fisik memiliki keterbatasan dan tidak mampu menjangkau banyak hal, cicak tetap berusaha mencari makanan. Karena dia yakin bahwa rezeki yang diperoleh tetap berada dalam kuasa Allah SWT.
“Bertahanlah untuk bertuhan di tengah gempuran begitu banyak ujian. Tidak ada satu pun yang bisa menghancurkan kehidupan kita selama kita ingat kepada siapa kita harus pulang,” ujar Ust. Handy Bonny.
Ia menegaskan, doa bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk pengakuan seorang hamba atas kebesaran Allah.
Manusia tetap harus bekerja keras sesuai kemampuan, tetapi tidak boleh melupakan bahwa hasil akhir berada dalam kehendak Sang Pencipta.
“Berusaha sesuai potensi kita, tetapi yakin bahwa rezeki sudah Allah atur. Itulah makna tawakal yang sebenarnya,” pesan Ust. Handy Bonny kepada para jamaah.
Pahami Arti Tawakal, Mahasiswa Poltekes Bhakti Mulia Diajak Belajar dari Cicak https://t.co/u27iCufDX7
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) July 28, 2026
Sementara itu, Direktur Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo, Deden Dermawan, S.Kep., M.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual bagi mahasiswa maupun staf.
Menurutnya, di tengah dunia kesehatan yang penuh tuntutan dan tekanan, setiap individu membutuhkan fondasi rohani agar tetap memiliki mental kuat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. //Kls
