WARTAJOGLO, Solo - Keberanian memperluas bisnis saja tidak cukup untuk membawa sebuah perusahaan berkembang.
Di balik keputusan ekspansi, peningkatan tata kelola, hingga rencana melantai di bursa saham, dibutuhkan strategi yang matang dan kemampuan membaca risiko.
Di sinilah peran management consulting atau konsultasi manajemen dinilai semakin penting.
Hal tersebut menjadi salah satu misi yang dibawa PT Bisnis Perkasa (BP) Nuswantara yang resmi diluncurkan di nDalem Wuryoningratan, Solo, Selasa 21 Juli 2026.
BP Nuswantara sendiri merupakan perusahaan patungan atau joint venture antara Nuswantara Consulting dan BP Consulting Group.
Perusahaan ini hadir dengan misi menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah, khususnya perusahaan yang memiliki ambisi untuk berkembang dan membawa bisnisnya ke level yang lebih tinggi.
Founder & Managing Partner Nuswantara Consulting yang juga Direktur Utama BP Nuswantara, BRM Suryo Adhityo Nuswantoro, mengatakan konsultan manajemen memiliki nilai lebih karena mampu melihat persoalan perusahaan dari sudut pandang eksternal.
"Keberadaan consultant management sangat peting bagi sebuah perusahaan. Karena kami berada di luar perusahaan sehingga bisa melihat problem dan tantangan dengan cara pandang yang berbeda. Pendekatan, metode, hingga solusi yang kami tawarkan sering kali menjadi sesuatu yang tidak terlihat oleh internal perusahaan," ujarnya di acara peluncuran BP Nuswantara.
Menurut Suryo, kondisi tersebut banyak dijumpai pada perusahaan keluarga yang telah menjalankan bisnis selama bertahun-tahun.
Pengalaman panjang memang menjadi kekuatan, namun tidak jarang membuat perusahaan berada di zona nyaman sehingga kurang melihat peluang maupun solusi yang lebih inovatif.
Direktur PT Bisnis Perkasa Nuswantara yang juga Partner BP Consulting Group, Andrew Soehartono, menambahkan, perusahaan menggandeng konsultan manajemen bukan karena tidak mampu mengelola bisnisnya sendiri, melainkan untuk meminimalkan risiko ketika mengambil keputusan strategis.
Ia mencontohkan perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ke berbagai daerah. Meski menguasai proses produksi, belum tentu perusahaan memahami karakter pasar, budaya bisnis, hingga strategi yang tepat di wilayah baru.
"Daripada mengeluarkan investasi puluhan miliar bahkan triliunan rupiah dengan cara coba-coba, lebih baik bermitra dengan pihak yang sudah memiliki pengalaman dan rekam jejak," katanya.
Berbekal pengalaman menangani lebih dari 4.800 proyek di berbagai daerah di Indonesia, BP Nuswantara membidik perusahaan-perusahaan yang memiliki ambisi untuk berkembang.
Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan operasional, pengembangan organisasi, ekspansi bisnis, merger dan akuisisi, hingga persiapan menuju Initial Public Offering (IPO).
Solo dipilih sebagai kantor pusat bukan tanpa alasan. Menurut Andrew, kota ini memiliki keseimbangan antara aktivitas bisnis, sektor manufaktur, perdagangan, dan kekuatan budaya yang menjadikannya salah satu hub bisnis di Jawa Tengah.
Selain itu, Solo juga memiliki kedekatan personal dengan para pendiri yang menjadi awal terjalinnya kolaborasi antara Nuswantara Consulting dan BP Consulting Group.
Meski demikian, kantor di Solo hanya menjadi pijakan awal karena layanan BP Nuswantara akan menjangkau seluruh wilayah Jawa Tengah.
Resmi Hadir di Solo, BP Nuswantara Siap Dampingi Perusahaan yang Ingin Maju dan Berkembang https://t.co/JhTMkqSoIJ
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) July 21, 2026
Pada tahap awal operasionalnya, BP Nuswantara juga mulai membangun ekosistem bisnis dengan menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya PT SHA Surakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta, HIPMI Surakarta, serta sejumlah lembaga pendidikan dan yayasan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. //Sik
