TfG6TUW8BUO7GSd6TpMoTSd7GA==
,, |

Headline News

Travel Beyond Profit, Paradigma Baru Industri Haji dan Umrah yang Diusung Wamen Dahnil di Mukernas III ASPHIRASI

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Ansar Simanjuntak (tengah), menghadiri Mukernas yang digelar ASPHIRASI

WARTAJOGLO, Batu - Industri haji dan umrah Indonesia didorong memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi menghadirkan layanan yang berlandaskan amanah, integritas, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. 

Wacana itu mengemuka dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, pada Rabu 15 Juli 2026.

Gagasan itu digambarkan melalui konsep "Travel Beyond Profit", yang disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Konsep tersebut menjadi pesan utama yang dibawa Dahnil saat menghadiri hari kedua Mukernas III ASPHIRASI bersama Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Laksamana Muda TNI (Purn.) Ian Heriyawan, serta Direktur Pelayanan Haji Khusus, Tuti Rianingrum, S.H., M.H.

Menurut Dahnil, penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah memegang amanah besar karena membawa masyarakat menjalankan salah satu ibadah paling sakral. 

Karena itu, keberhasilan sebuah perusahaan tidak semata diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan tingkat kepercayaan yang mampu dibangun.

"Kepercayaan jamaah merupakan amanah yang harus dijaga. Karena itu setiap penyelenggara harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, membangun manajemen yang sehat dan akuntabel, serta memastikan seluruh pelayanan dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab," tegasnya.

Melalui semangat Travel Beyond Profit, para pelaku usaha diajak membangun bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai ibadah, menjaga integritas, menghadirkan inovasi pelayanan, serta memberikan dampak positif bagi jamaah dan masyarakat luas.

Dahnil menilai kualitas pelayanan tidak berhenti pada penyediaan tiket, hotel, maupun transportasi. 

Pembinaan jamaah sebelum keberangkatan justru menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan ibadah.

Penyelenggara haji dan umrah diharapkan memberikan manasik, edukasi, dan pembinaan yang komprehensif agar jamaah memahami tata cara ibadah sesuai syariat. 

Dengan bekal pengetahuan yang memadai, jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.

Konsep Travel Beyond Profit juga membuka cara pandang baru terhadap hubungan Indonesia dan Arab Saudi.

Menurut Dahnil, kerja sama kedua negara tidak seharusnya hanya berorientasi pada pengiriman jamaah Indonesia ke Tanah Suci. 

Industri haji dan umrah justru memiliki peluang menjadi penghubung lahirnya pariwisata dua arah (two-way tourism).

Penyelenggara perjalanan ibadah didorong mulai menghadirkan wisatawan asal Arab Saudi untuk menikmati berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. 

Langkah tersebut dinilai mampu memperluas peluang usaha, menggerakkan sektor pariwisata nasional, sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara.

Ketua Umum ASPHIRASI, Amaludin Wahab, menyambut baik arahan Wakil Menteri. Menurutnya, konsep Travel Beyond Profit menjadi pengingat bahwa industri haji dan umrah merupakan bisnis yang dibangun di atas kepercayaan masyarakat.

"Kami merasa terhormat dan bangga karena Mukernas III ASPHIRASI dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan asosiasi dalam membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang semakin profesional serta berorientasi pada kepentingan jamaah," ujarnya.

Ia menegaskan ASPHIRASI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kepercayaan jamaah, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.

Amaludin juga menyambut positif gagasan pengembangan pariwisata dua arah yang dinilai membuka peluang baru bagi anggota ASPHIRASI untuk memperluas kontribusi, tidak hanya dalam penyelenggaraan ibadah, tetapi juga dalam mempromosikan potensi pariwisata Indonesia kepada masyarakat Arab Saudi.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal ASPHIRASI, Retno Anugerah Andriyani, mengatakan hasil Mukernas III akan menjadi pijakan organisasi dalam menerjemahkan semangat Travel Beyond Profit ke dalam berbagai program nyata.

"Arahan Bapak Wakil Menteri memberikan energi baru bagi ASPHIRASI. Kami akan menerjemahkan semangat Travel Beyond Profit ke dalam program-program yang memperkuat profesionalisme anggota, meningkatkan kualitas pembinaan jamaah, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta membangun industri haji dan umrah Indonesia yang semakin dipercaya masyarakat," katanya. //Her

Type above and press Enter to search.