![]() |
| Rektor UNISRI Prof. Sutoyo (kiri) bersama Camat Jenar dalam seremoni pelepasan mahasiswa KKN |
WARTAJOGLO, Sragen - Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menggerakkan ribuan mahasiswanya untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026, sebanyak 1.446 mahasiswa diterjunkan ke 11 kecamatan di Kabupaten Sragen guna mendampingi masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal, ketahanan pangan, hingga pembangunan desa yang berkelanjutan.
Program yang didampingi 104 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) itu mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen."
Pelepasan simbolis mahasiswa KKN untuk wilayah Kecamatan Jenar dilakukan langsung oleh Rektor UNISRI Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd. pada Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Prof. Sutoyo, kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu menjadi energi baru bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
"Melalui KKN ini kami ingin mahasiswa UNISRI hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan hanya mengabdi, tetapi juga belajar memahami persoalan nyata di desa, khususnya terkait ekonomi, pangan, dan keberlanjutan," ujar Prof. Sutoyo.
Sebanyak 1.446 mahasiswa tersebut akan menjalankan pengabdian di Kecamatan Jenar, Plupuh, Mondokan, Gemolong, Gesi, Kalijambe, Sumberlawang, Tangen, Miri, Sukodono, dan Tanon.
Khusus Kecamatan Kalijambe, program KKN juga melibatkan mahasiswa kelas malam yang akan ditempatkan di empat desa.
Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus utama KKN UNISRI tahun ini. Mahasiswa akan mendampingi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif desa agar mampu meningkatkan daya saing usahanya.
Pendampingan tersebut meliputi pengembangan produk, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital agar usaha masyarakat semakin berkembang dan memiliki nilai tambah.
Selain sektor ekonomi, mahasiswa juga akan menjalankan berbagai program ketahanan pangan, mulai dari pelatihan pertanian, budidaya hidroponik, diversifikasi pangan lokal, edukasi digitalisasi desa, hingga program pelestarian lingkungan.
Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui pendekatan tersebut, UNISRI berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga mampu meninggalkan fondasi yang dapat diteruskan oleh masyarakat setelah program selesai.
"Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami titipkan adik-adik mahasiswa untuk belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa," pesan Prof. Sutoyo.
Program KKN UNISRI mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kecamatan Jenar. Camat Jenar Yulius David Supriyadi, S.Sos., M.M., menilai keberadaan mahasiswa akan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam memperkuat perekonomian masyarakat.
Ia berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa dapat selaras dengan agenda pembangunan desa sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
"Kami sangat mengapresiasi UNISRI yang terus konsisten mengirimkan mahasiswa terbaiknya ke Sragen. Kami berharap program-program KKN dapat bersinergi dengan program pemerintah desa untuk menguatkan kemandirian ekonomi warga dan ketahanan pangan," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan desa yang mandiri sekaligus tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
UNISRI Lepas Ribuan Mahasiswa KKN, Siap Perkuat Ekonomi Warga di 11 Kecamatan Sragen https://t.co/O2VUtEV9YC
— 🇼🇦🇷🇹🇦🇯🇴🇬🇱🇴 (@wartajoglo) July 17, 2026
Program Kuliah Kerja Nyata sendiri merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penerjunan ribuan mahasiswa setiap tahun, UNISRI tidak hanya membekali mahasiswanya dengan pengalaman nyata di lapangan, tetapi juga berupaya menghadirkan kontribusi konkret bagi pembangunan desa. //Kls
